PEKALONGAN, METROPEKALONGAN.COM – Wilayah Kota Pekalongan ternyata selama ini sudah jadi langganan banjir. Bahkan sejak ratusan tahun yang lampau. Salah satu akun Instagram, perfectlifeid, membagikan foto dokumentasi potret suasana kehidupan Pekalongan, Jawa Tengah pada tahun 1880-1935.
Ada beberapa foto yang dibagikan akun ini, mulai dari suasana sungai yang melintas di tengah kota, suasana jalan, perkantoran, wajah pegawai pemerintah, hingga wajah orang bule sedang duduk. Setiap foto tidak ada keterangan lokasi pasti. Namun jika dilihat sekilas, beberapa foto masih bisa dikenali lokasinya. Karena saat ini bangunan tersebut masih ada.
Berikut ini beberapa potret suasana yang dipublikasikan
Jika dilihat sekilas, ini adalah suasana Sungai Lodji. Masih ada keberadaan kapal kecil yang bersandar. Dari literasi sejarah, Sungai Lodji memang terhubung langsung dengan dermaga dan laut di Kota Pekalongan. Bahkan hingga sekarang, masih bisa dilewati kapal-kapal kecil pencari ikan.
Dilihat dari gedung yang besar dan jalan yang rapi, ini adalah Kawasan Jetayu. Gedung megah tersebut adalah Gedung Bakorwil. Hingga sekarang gedung tersebut masih berdiri kokoh. Namun kini sudah tidak digunakan untuk aktivitas apapun.
Foto banjir ini, berada di jalanan di wilayah Kota Pekalongan. Namun tidak tahu pasti lokasinya. Meski begitu, ini salah satu bukti wilayah ini memang langganan banjir sejak dulu. Bahkan di jalan pun sering tergenang banjir.
Jika diperhatikan papan petunjuk arah tersebut, foto ini berada di Kawasan Monumen Juang atau tepatnya Pos Polisi THR. Ada dua gedung yang saat ini masih ada. Salah satunya gedung yang digunakan untuk kantor Bank Jateng dan gedung sebelahnya sempat dimanfaatkan untuk café. Meski sekarang kembali kosong.
Bangunan ini masih berdiri kokoh hingga sekarang dan masih digunakan. Walaupun setiap tahun menjadi langganan banjir dan rob. Bahkan bangunan lembaga pemasyarakatan (Lapas) ini masih berfungsi baik. Walaupun kini, lantai dasar gedung sudah ditinggikan hingga 2 meter dari bangunan awal .
Penjara Lapas Pekalongan atau sekarang menjadi Lapas Kelas 2A Kota Pekalongan ini didirikan tahun 1913. Digunakan untuk menghukum orang-orang yang menentang pemerintah serta narapidana kasus kriminal. Beberapa tokoh Pergerakan Kemerdekaan Indonesia yang pernah dipenjara di sini, di antaranya Ki Hajar Dewantara (1921) dan H.M. Misbach (1920-1922). Namun, kini digunakan khusus napi narkoba dan teroris. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla