BATANG, METROPEKALONGAN.COM - Antrean truk mengular sampai ke jalan di hampir seluruh SPBU Pantura Kabupaten Batang. Mereka mengantre untuk mengisi BBM jenis solar.
Sopir truk angkutan sekaligus Sekretaris Paguyuban Pengemudi Alas Roban Comunity (ARC) Beny Susilo, mengungkapkan ini terjadi karena ada kelangkaan solar.
Ia mengamati, kelangkaan itu terjadi sejak awal Desember, namun paling parah Rabu (6/12/2023).
"Biasanya terjadi jelang Nataru. Tapi ini paling parah juga dari tahun-tahun sebelumnya. Harapannya dipermudah untuk solar, cuma informasi yang saya dapat dari SPBU, terutama karyawan itu kuotanya sudah hampir habis. Informasinya seperti itu," ucapnya saat diwawancarai, Kamis (7/12/2023).
Ia menjelaskan, kelangkaan itu terjadi hampir di semua SPBU Batang-Pekalongan. Antrean mengular sampai 1 kilometer atau sekitar 15 hingga 20 armada. Para pengemudi mengantre mulai 1,5 hingga 2 jam untuk mendapatkan solar.
"Ini akibat dari kelangkaan, paling parah di tempat kita Batang sama Pekalongan. Kemarin ada yang mengantre 1,5 jam pun beli paling dapat Rp 150 ribu bolehnya. Tidak bisa lebih banyak, maksimal ada yang Rp 200 ribu," ungkapnya.
Ia memantau, kepadatan antrean itu terjadi sejak Rabu (6/12/2023). Hampir seluruh SPBU di Pantura Kabupaten Batang mengalami kepadatan. Mulai dari Sempu, Subah, Jrakah Payung, Gorong, Sambong, hingga Batang.
Tingginya permintaan tidak diimbangi dengan penambahan kuota solar di SPBU jalur Pantura. Stok solar tidak bertambah, namun kebutuhan pengisian solar dari truk-truk besar meningkat drastis.
"Harapan kami Pertamina segera mengimbangi distribusi solarnya. Kami akan melayangkan surat ke Pertamina," tegasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla