BATANG, METROPEKALONGAN.COM - Bunga Bangkai Rafflesia jenis Amorphophallus (Jawa=Suweg) ditemukan tumbuh di Alas Roban. Tepatnya, di kawasan hutan jati petak 102 milik Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Plelen, wilayah Dukuh Krincing, Desa Kutosari, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Terletak lima meter dari jalan Perhutani.
Saat ditemukan, Bunga Bangkai ini, memiliki warna merah marun yang belum mekar sempurna. Selebar lebih kurang 60 sentimeter dan tinggi 50 sentimeter. Bahkan masih ada beberapa lembar kelopak yang masih hijau.
Bunga ini pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh Khaerun warga Kutosari yang sedang lewat.
"Awalnya saya tidak tahu itu termasuk jenis bunga, karena baunya busuk menyengat," cerita Khaerun kepada metropekalongan.com, Minggu (10/12/2023).
Khaerun mencium bau busuk dan berusaha mencari sumbedrnya. Dia sempat mengira bau bangkai binatang mati.
Namun Khaerun tidak menemukan bangkai binatang. Justru melihat sesuatu berwarna ungu yang dikerubungi lalat. Setelah didekati, ternyata sumber bau berasal dari benda itu. Atas temuan itu, Khaerun lantas melapor ke pihak desa.
Dapat laporan warganya, Kepala Desa (Kades) Kutosari Teguh Pamuji segera mendatangi lokasi penemuan Bunga Bangkai tersebut.
Karena paham itu tanaman langka, pihaknya berinisiatif menandai lokasi bunga itu. Supaya aman, tidak rusak, atau terinjak warga yang melintas.
“Bunga Bangkai ini termasuk langka dan dilindungi. Karena tidak bisa ditangkarkan. Bahkan siklus mekarnya beberapa tahun sekali,” kata Teguh.
Cara tumbuhnya juga unik. Bunga tumbuh langsung dari tanah tanpa batang.
Saat ini, bunga bangkai itu masih ada dan menjadi tontonan warga yang penasaran. Bau busuknya tercium sampai radius beberapa meter. Dan mengundang lalat untuk hinggap. Jika malam hari, bau tercium lebih menyengat. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla