PEKALONGAN, METROPEKALONGAN.COM - Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan, kini memiliki gedung baru, yang lebih representatif.
Untuk itu, para siswa setempat diminta lebih semangat belajar. Serta beri kemudahan masyarakat untuk untuk mengakses.
“Harapannya dengan adanya gedung baru ini, SKB lebih maju. Dan siswa lebih semangat belajar,” ucap Kepala SKB Kota Pekalongan, Bonari melalui pamong belajar setempat, Rizki Ainul Imud, pada Minggu (17/12).
Baca Juga: Serunya Naik Wahana Tamiya di Forest Kopi Kabupaten Batang
Diungkapkan, sebelumnya untuk belajar, SKB meminjam kelas di SDN Keputran 4.
Sehingga walaupun lembaganya sudah ada, masyarakat agak kesulitan saat mencari SKB itu di mana.
Sehingga tidak bisa mengakses, untuk mendaftar atau ikut belajar.
“Dengan gedung sendiri, kini lebih mudah. Masyarakat juga lebih mudah mencarinya.sehingga bisa daftar dan ikut belajar,” serunya.
Berada di jalan Hos Cokroaminoto, No. 456, kecamatan Pekalongan Selatan. Gedung SKB yang baru terdiri dari 2 bangunan terpisah, bangunan sisi utara digunakan untuk kegiatan administratif. Dan lab komputer sedangkan bangunan sisi selatan terdiri dari 3 ruang kelas yakni kelas A,B dan C.
Baca Juga: Tanggul laut Raksasa di Kota Pekalongan, Rekomendasi Wisata Gratis namun Indah
“Gedung ini akan beroperasi secara resmi pada 2 Januari 2024 mendatang. Untuk itu, saat ini, kami sedang terus bersih-bersih dan berbenah,” jelasnya.
Sejak beberapa hari ini, seluruh siswa yang belajar Kejar Paket A,B dan C tampak semangat bergotong royong membersihkan halaman dan ruang kelas yang akan mereka gunakan untuk belajar nantinya.
Terutama di bagian depan sekolah dekat jalan raya, yang banyak tumpukan kayu bekas bangunan liar, turut dibersihkan.
Selain dibersihkan mandiri, SKB juga bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, untuk mengangkut sampah yang mereka kumpulkan. Agar lingkungan setempat, semakin bersih.
Dengan diajak membersihkan lingkungan tempat belajar, siswa SKB rasa memiliki sekolahnya tinggi.
Sehingga tidak hanya menjadi tempat belajar saja, akan tetapi juga sebagai rumah kedua mereka dalam menuntut ilmu.
“Dengan ikut membersihkan, rasa memiliki mereka terhadap sekolah ini tinggi, sehingga lebih peduli,” tuutpnya.(han)
Editor : Agus AP