Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ini Waktu Berziarah di Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang

Riyan Fadli • Senin, 18 Desember 2023 | 15:53 WIB
Suasana kompleks makam Syekh Maulana Maghribi di Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. (Riyan Fadli Jawa Pos Metro Pekalongan)
Suasana kompleks makam Syekh Maulana Maghribi di Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. (Riyan Fadli Jawa Pos Metro Pekalongan)

BATANG, METROPEKALONGAN.COM - Peziarah Makam Syekh Maulana Maghribi di Wonobodro, Kecamatan Blado memiliki waktu yang berbeda dengan masyarakat yang berziarah Walisongo. 

Saat musim ziarah Walisongo, di Wonobodro peziarahnya malah sedikit. Jarang Wonobodro menjadi destinasi. Namun saat haul di bulan Muharam, Wonobodro selalu ramai peziarah. 

"Ziarah itu sebagai bentuk roso seneng marang auliya. Tidak berharap apa-apa, mengingatkan bahwa nanti kita bakal mati. Istilahnya seperti kita kangen dengan orang tua, kemudian diziarahi.

Mengingat perjuangan ulama, sampai sekarang kita bisa tahu tentang akhlak, sopan-santun, dan lain sebagainya sudah turun temurun dari zaman Nabi," ujar Akhmad Suyuti, ketua pengurus makam Syekh Maulana Maghribi.

Haul Syekh Maulana Maghribi di Wonobodro dilakukan tiap tanggal 13 Muharam. Pada kesempatan itu ribuan orang dari berbagai daerah selalu menyemut. 

Bahkan untuk parkir kendaraan harus jauh dari lokasi makam, seperti di lapangan. Jalanan kampung pun padat dengan manusia.

Tanggal tersebut merupakan puncak dari agenda haul yang dilakukan tiap tahun. Kegiatan itu dilakukan untuk mengenang jasa auliya dalam menyebarkan agama Islam. 

"Dahulu haul hanya dilakukan satu hari, saat haul dilakukan tiga hari. Bahkan dari 1 Muharam dan sesudah 13 Muharam peziarah terus memadati. Bisa dikatakan satu bulan penuh, peziarah menyemut," ucapnya.

Ia menjelaskan, makam Syekh Maulana Maghribi banyak tersebar di berbagai daerah. Di Kabupaten Batang saja ada dua makam yang diyakini sebagai Syekh Maulana Maghribi, salah satu penyebar agama Islam di tanah Jawa. 

"Walaupun mereka banyak, tingkat karomah dan keilmuannya juga berbeda-beda. Di Wonobodro ini Wallahualam, tiap tahun bisa rame, rame, rame. Tambah tahun tidak berkurang peziarahnya. Selalu membeludak," terangnya.

Makam Syekh Maulana Maghribi sering didatangi oleh para musafir. Mereka punya hajatnya masing-masing. 

Tidak tanggung-tanggung, bahkan ada yang sampai 5 tahun menjadi musafir di sana. Suyuti bercerita, pernah suatu hari ada tamu yang berasal dari daerah Limpung.

Setelah melakukan salat, orang tersebut menangis sampai sesunggukan. Penasaran, Suyuti bertanya pada orang tersebut. Pria itu bercerita pada waktu dulu saat keadaan hidupnya serba kesusahan. 

Hutang banyak, rumah juga sudah digadaikan, istri, dan anak diungsikan ke rumah mertua. Bahkan ia tidak berani pulang ke kampung halaman karena malu.

Orang tersebut bercerita sempat pergi ke dukun-dukun untuk mencari solusi sampai ke luar provinsi. Nahas, hutangnya malah semakin banyak. Ia mendapat saran agar datang ziarah ke Wonobodro. "Sempat tiga hari di sini, tapi selalu berpimpi untuk segera pulang ke rumahnya di Limpung," ucapnya. 

Selepas pulang orang tersebut memikirkan kehidupannya. Saudara dan teman-temannya sudah menjauh, dia bingung akan melakukan apa di rumah. Saat itu, tanpa disengaja ada tetangga yang menitipkan ayam untuk dijualkan ke pasar.

Dari menjual ayam itu rejeki mulai berdatangan. Ia kembali bertemu dengan rekan-rekannya dulu. Relasinya juga semakin besar. 

Orang-orang yang tadinya hanya menitipkan ayam, lambat tahun juga mempercayakan untuk menjualkan kambing dan sapi. Berkat usaha barunya itu, akhirnya bisa melunasi semua hutang dan menebus rumah yang sudah digadaikan.

Keluarganya pun kembali harmonis seperti sedia kala. Alasannya menangis sesunggukan karena meluapkan rasa syukurnya, betapa Allah SWT sangat Maha Pengasih. 

Dari yang sudah tidak ada harapan apapun sampai bisa kembali normal dan bahkan menjadi berkecukupan.

"Banyak cerita-cerita tamu yang datang dari luar kota mengapa datang ke Wonobodro. Sebenarnya ziarah itu perasaanbatin," tandasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Ziarah Walisongo #wisata religi #Kabupaten Batang #Syekh Maulana Maghribi