BATANG, METROPEKALONGAN.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang melalui BPBD Kabupaten Batang mengeluarkan status kesiapsiagaan bencana pada musim penghujan hingga Maret 2024. Walau demikian, perkiraan musim penghujan akan berlangsung hingga Mei 2024.
Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi dalam rapat koordinasi untuk mengantisipasi kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.
"Kita menghadirkan para anggota Damkar. Kesiapsiagaan ini sangat penting. Karena fenomena alam tidak bisa kita prediksi. Walaupun memasuki musim penghujan, sampai Februari kita masih dalam situasi El Nino. Termasuk anomali cuaca," ujar Ulul, Senin (18/12/2023).
Seperti diketahui, El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.
Sehingga walaupun memasuki musim penghujan, cuaca panas masih menerpa. Anomali cuaca ini juga bisa menyebabkan banjir dan badai.
Status siaga itu dikeluarkan sejak November 2023 hingga Maret 2024 nanti. Persiapan dalam kebencanaan ini meliputi penyiapan personil, peralatan, dan logistik.
Serta memberikan edukasi antisipasi kebencanaan kepada masyarakat yang mempunyai titik rawan.
"Untuk para relawan sudah kita berikan kemampuan yang memadai dalam penanganan bencana mulai dari banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor,” jelasnya.
Ulul menyebutkan, relawan dan anggota BPBD Batang saat ini ada 500 orang. Termasuk juga semua organisasi masyarakat di Kabupaten Batang siap bersiaga.
Titik lokasi yang rawan terjadinya bencana saat musim hujan ada di Kabupaten Batang ada beberapa kecamatan seperti Kecamatan Batang, Subah, Tulis, Gringsing, Blado dan Bawang.
“Jika terjadi kondisi bencana masyarakat sudah kami diberikan pengetahuan untuk mengantisipasi yang sewaktu-waktu bisa terjadi banjir, kebakaran, dan tanah longsor supaya tindakan pertama sudah dapat dilakukan sebelum pertolongan dari BPBD Batang atau Damkar Batang,” tandasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla