PEKALONGAN, METROPEKALONGAN.COM – Menjelang berakhirnya tahun 2023 ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Museum Batik Kota Pekalongan tembus Rp 173 juta. Ada peningkatan dari target tahun 2023 ini sebesar Rp 103 juta. Beberapa langkah inovatif dan antisipatif dilakukan pengelola, sehingga bisa melebihi target.
“Dengan pendapatan yang kami dapat, capaian kami sebesar 168 persen,” kata Kepala Museum Batik Kota Pekalongan, Akhmad Asror, Senin (18/12/2023).
Asror menyebutkan, dalam Upaya menaikkan pendapatan dengan berupaya menjalin kolaborasi dan sinergi yang baik dengan seluruh stakeholder terkait maupun komunitas.
“Kami jalin relasi layaknya hubungan kekeluargaan. Dengan hal itu, tentunya memberikan impact yang bagus,” jelasnya.
Efeknya, relasi Museum Batik dari mulut ke mulut memberikan review yang baik. Sehingga bagi masyarakat umum, muncul keinginan untuk berkunjung ke museum.
Asror berharap Museum Batik tidak berjalan sendiri sebagai agen pelestari warisan budaya bangsa. Karena itu, pihaknya terus mengundang kolaborasi dan partisipasi aktif masyarakat. Baik secara pribadi seperti dari perajin batik, pengusaha batik, pencinta batik, atau bahkan unsur yang tidak ada keterlibatan batik seperti, organisasi masyarakat, Yayasan, ataupun komunitas lain.
“Kami membuka diri untuk bisa dikerjasamakan dalam rangka pelestarian budaya bangsa,” katanya.
Di samping menjalin komunikasi yang baik, Museum Batik berusaha memberikan display atau tata pameran yang tidak stagnan. Namun lebih inovatif dalam satu tahun ini.
Seperti mendekati akhir tahun ini, sudah diadakan rotasi ruang pamer, perubahan displai dan koleksi di Museum Batik. Hal ini untuk menarik minat pengunjung dengan membagikan informasi koleksi secara maksimal.
“Harapan pengunjung tidak hanya berkunjung sekali, tetapi berkali-kali. Karena setiap kunjungan, ada hal yang baru kami sajikan,” serunya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla