KAJEN, METROPEKALONGAN.COM-Sejumlah mualaf dan penyandang disabilitas di Kabupaten Pekalongan dilatih kewirausahaan.
Uniknya, pelatihan ini bukan dari Dinas Sosial maupun Dinas Ketenagakerjaan seperti biasanya. Melainkan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pekalongan.
Mulai dari pembentukan mental usaha hingga digital marketing.
Pelatihan ini merupakan program dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pekalongan. Ada sekitar 50-an lebih mualaf dan belasan disabilitas yang diberikan pelatihan ini. Mulai dari pembentukan mental usaha, hingga digital marketing.
"Ini dalam rangka hari Amal Bhakti ke-78 Kemenag," kata Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan Imam Tobroni.
Menurutnya, Kemenag juga punya tanggung jawab terhadap para mualaf yang baru saja masuk Islam. Selain sisi keagamaan, kata Imam, sisi kemandirian ekonomi mereka perlu diperhatikan pasca-memeluk Islam.
"Iya, harus kita dorong ini dan bantu mereka dalam kekuatan ekonominya. Begitu juga disabilitas, mereka kelompok rentan yang perlu diperhatikan," ucapnya.
Selain dua kelompok ini, kata Imam, Kemenag pusat dalam waktu dekat akan meluncurkan program Klinik Bisnis Santri. Hasil kerjasama dengan Kamar Datang dan Industri (kadin).
Program tersebut, jelas Imam, intinya untuk membentuk kemandirian pesantren di bidang ekonomi. Santri akan digodok dalam pelatihan kewirausahaan hingga disiapkan untuk magang di perusahaan.
"Nah, nanti dua kelompok tadi (mualaf dan dsabilitas), akan kami koneksikan dengan program itu saat pelatihannya. Ada banyak tahapan latihannya nanti," ujarnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla