KAJEN, METROPEKALONGAN.COM - Sejumlah warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Pekalongan mengaku repot dan kesulitan melipat surat suara usai mengikuti simulasi Pemilu 2024, Selasa (26/12/2023) lalu.
Mereka merasa ukuran kertas surat suara
terlalu lebar sehingga repot dilipat kembali usai dicoblos.
Kesulitan itu salah satunya dirasakan oleh Nur Cahyo, 85, warga Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong.
"Kesulitan nglempit (melipat) surat suaranya. Membukanya bisa, tapi menutupnya lagi tidak bisa. Kesuwen (kelamaan) saya tadi itu," ungkapnya usai mengikuti simulasi.
Kesulitan para lansia melipat suara itu pun diakui Ketua KPU Kabupaten Pekalongan Laelatul Izzah. Ia mengatakan, faktornya memang karena ukuran surat suara yang lebar yakni 52 x 82 sentimeter.
"Itu kan besar, ya. Saya lihat memang tadi banyak yang kesulitan (melipat) sih, untuk yang surat suara DPRD RI, Provinsi, dan Kabupaten. Kalau yang presiden dan DPD relatif kecil," ujarnya.
Menanggulangi itu pihaknya akan menekankan kepada petugas tempat pemungutan suara (TPS) untuk membimbing pemilih saat pemilu 2024 nanti, utamanya pemilih yang sudah lansia.
Selain itu, bahan evaluasi lain dari KPU Kabupaten Pekalongan ialah soal penyediaan sarana kursi roda untuk pemilih disabilitas.
Sebab saat pelaksanaan simulasi kemarin, ada salah satu pemilih disabilitas yang harus dibopong karena belum tersedianya kursi roda.
"Iya, itu juga salah satu evaluasi kami. Sebenarnya kami punya data di tiap TPS, mana-mana TPS yang ada pemilih disabilitasnya. Jadi itu nanti pasti akan kami antisipasi," ucapnya.
Simulasi Pemilu 2024 ini dilaksanakan di TPS 03, Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong. Tepatnya di lapangan basket SMA Negeri 1 Bojong, Selasa (26/12). Jumlah pemilih di TPS tersebut sebanyak 286 orang.
"Kami mengamati, rata-rata pemilih butuh waktu antara 4 - 5 menit untuk menyelesaikan pencoblosan. Dari mulai masuk, mencoblos, sampai selesai," tandas Izzah. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla