Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Dewan Apresiasi Film Mencari Jejak Mbah Rifa'i, Dorong Sosialisasi Pahlawan Nasional dari Kabupaten Batang ke Masyarakat

Riyan Fadli • Selasa, 2 Januari 2024 | 20:29 WIB
NONTON FILM BARENG : Warga Desa Gondang, Kecamatan Subah yang melakukan Nobar film dokumenter Pahlawan Nasional KH Ahmad Rifa
NONTON FILM BARENG : Warga Desa Gondang, Kecamatan Subah yang melakukan Nobar film dokumenter Pahlawan Nasional KH Ahmad Rifa

BATANG, METROPEKALONGAN.COM - Peluncuran film dokumenter Mencari Jejak Mbah Rifa'i di Kabupaten Batang mendapatkan perhatian khusus DPRD Kabupaten Batang.

Wakil Ketua DPRD, Nur Faizin mengatakan, hadirnya film dokumenter itu mengenalkan kembali Pahlawan Nasional dari Kabupaten Batang yang jarang diketahui masyarakat. 

Ia bahkan meminta pemerintah Kabupaten Batang turut mensosialisasikan adanya pahlawan nasional dari Kabupaten Batang itu.

"Ini menjadi program prioritas Kabupaten Batang untuk ikut mensosialisasikan, baik berbentuk film dokumenter maupun buku yang nanti akan kita cetak," ujar Faizin.

Menurutnya, tujuan sosialisasi itu agar warga Kabupaten Batang lebih mengenal sosok beliau. Jika perlu ada program khusus untuk mengenal sosok pahlawan nasional itu.

Apalagi, dahulu Rifaiyah sempat dianggap sebagai ajaran sesat karena surat dari Kejaksaan Tinggi Semarang. Hadirnya film itu bisa mengurai masalah tersebut.

Faizin mengakui bahwa dampak film dokumenter itu sangat positif. Bahkan sampai ada yang mengadakan nonton bareng (Nobar) film dokumenter tersebut. Seperti di Desa Gondang, Kecamatan Subah. Masyarakat di sana mengadakan Nobar untuk memperingati malam pergantian tahun.

"Paling tidak bisa mengurai kesimpulan itu bahwa Rifaiyah bukan ajaran yang sesat. kan seperti itu," ucapnya.

Selain itu, Faizin juga menyinggung kondisi museum KH Ahmad Rifa'i di Desa Kalisalak, Kecamatan Limpung. Kondisinya masih alakadarnya. Diakuinya, bahwa pembangunan museum itu belum selesai.

"Desainnya itu hampir Rp 2 miliar tapi baru bisa mengaggarkan Rp 250 juta. Nanti bertahap akan kita sempurnakan biar nanti lebih representatif sebuah museum yang layak," ucapnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#pahlawan nasional #Rifaiyah #film dokumentar