Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Cerita Mistis Alas Roban, Muncul Suara Kidang Sebelum Ada Kecelakaan

Riyan Fadli • Kamis, 4 Januari 2024 | 21:05 WIB
ATUR LALULINTAS: Warga sekitar sedang mengatur lalulintas di Jalan Daendels Kecamatan Gringsing. (Riyan Fadli Jawa Pos Metro Pekalongan)
ATUR LALULINTAS: Warga sekitar sedang mengatur lalulintas di Jalan Daendels Kecamatan Gringsing. (Riyan Fadli Jawa Pos Metro Pekalongan)

BATANG, METROPEKALONGAN.COM - Alas Roban selama ini sering terkenal dengan hal-hal mistisnya.

Terutama di Jalan Daendels. Jalan tersebut dibangun sejak zaman penjajahan Belanda.

Warga sekitar menyebutkan area tersebut sebagai Alas Poncowati.

Suasana jalan tersebut sangat tenang, hanya dilewati kendaraan-kendaraan besar.

Sebelah kiri dan kanan jalan tersebut berjajar pohon-pohon berukuran raksasa.

Salah satu pohon beringin di pinggir jalan disebut-sebut punya banyak penunggunya.

Banyak orang yang melintasi jalan tersebut disambut dengan suara-suara aneh.

"Orang yang dilihatin penampakan, kebanyakan orang luar. Kadang-kadang wujudnya tidak nampak, tapi suaranya ada," ucap Boyak, 50, warga Desa Plelen, Kecamatan Gringsing yang sedang membantu mengatur lalulintas.

Tiap hari ia menyempatkan waktu mengais rejeki di sana. Tepatnya di tikungan tajam dekat dengan pohon beringin raksasa.

Menurutnya pohon beringin itu menjadi salah satu titik angker di sini. Warga sekitar menyebutnya pohon anggrung.

"Di situ banya penunggunya, sebangsa genderuwo juga pocong," ujarnya. 

Tak jauh dari lokasi itu ada satu tempat yang disebut Mbulungan.

Lokasi itu diyakini sebagai sarang genderuwo. Jalan Daendels sendiri memiliki panjang sekitar 2 kilometer.

Konturnya naik turun dan berkelok-kelok. Kondisi jalannya bergelombang, walaupun terlihat mulus.

Di lokasi tersebut juga terdapat tempat pembuangan PKI. Pada masa itu tujuh orang dikubur hidup-hidup. Makamnya berada di tebing sisi utara jalan. 

Jalan tersebut kerap terjadi kecelakaan dan memakan korban jiwa. Mengingat medannya berliku dan cukup curam.

Lokasi tersebut 24 jam dijaga oleh warga sekitar seperti Boyak.

Mereka bergantian mencari sedikit rejeki dari pengguna jalan dengan mengatur jalan. Biasanya tiap satu jam bergati orang. 

Tidak ada penerangan di jalan tersebut. Truk-truk besar juga biasanya milih jalan ini karena jarak tempuh lebih pendek dan sedikit landai.

Selain mahluk halus itu, ada juga penunggu yang dianggap baik.

Masyarakat sekitar menyebutnya Mbah Sulaiman. Ia pernah menampakkan diri pada seorang warga. Warga tersebut diajak berkeliling ke alam lain.

Ia juga diberi uang Rp 100 ribu. Uang tersebut tidak hilang walaupun dia sudah keluar dari alam lain. 

"Itu orangnya baik Mbah Sulaiman itu. Orang sini ada yang dibawa kemana-mana itu, ke alam lain. Lewatnya di papringan (rumpun pohon bambu). Katanya lewatnya jalan bagus, padahal itu hutan," terangnya 

Selain penampakan, ada misteri suara pekikan kidang. Warga di sana jarang melihat hewan tersebut.

Namun tiap kali muncul suara pekikan hewan tersebut, bisa dipastikan bakal ada kecelakaan besar. Di sekitar jalur Pantura Alas Roban itu. 

"Sebelum ada kecelakaan biasanya ada suawa kidang, ngikkk gitu. Keras banget. Setelah itu pasti ada kecelakaan," ujar Boyak.

Tak sampai, di situ Febri, warga lain menuturkan bahwa ia pernah melihat sendiri penampakan penunggu Alas Poncowati.

Namanya Jabungan, sesosok perempuan yang mengenakan kebaya berwarna hijau daun.

Kemunculannya selalu mengganggu siapapun yang ditemuinya. 

"Saya pernah lihat sendiri itu. Pas keluar kampung naik ke jalan raya, saya berpapasan. Biasanya dia mengganggu pengguna jalan. Saya langsung kabur tancap gas," tuturnya. (yan/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#alas roban #angker #mistik #pantura