PEKALONGAN, METROPEKALONGAN.COM - Caleg DPR RI Dapil Jateng X, Rizal Bawazier mengunjungi Museum Batik Pekalongan, Kamis (4/1/2024).
Politisi PKS ini menginginkan adanya upgrading Museum Batik Pekalongan sebagai simbol Kota Batik di Indonesia.
Sehingga bisa lebih menarik perhatian pengunjung dari dalam maupun luar negeri.
"Museum ini harus ditingkatkan sebagai objek wisata yang lebih dioptimalkan lagi. Kita tahu Indonesia itu negara batik, museum ini harus dipugar lebih bagus lagi," ujar pria yang akrab disapa RB ini.
Pemugaran museum tentu dilakukan dengan memperhatikan aspek sejarah.
Mengingat bangunan Museum Batik Pekalongan merupakan benda cagar budaya.
Menurutnya, keberadaan museum batik sangat penting untuk anak-anak hingga mahasiswa. Agar mereka bisa bangga dan mengetahui budaya lokal yang sudah dikenal dunia.
"Saya yakin kalau dikembangkan lagi dengan koleksi lebih banyak. Bisa lebih bagus, saya yakin bisa," ucapnya.
Ia juga menginginkan ada ikon-ikon desa batik untuk pemuda. Sehingga ada regenerasi dan tidak hanya orang-orang tua saja yang terlibat dalam industri batik tersebut.
Bawazier menekankan pentingnya melestarikan batik sebagai warisan dunia yang diakui oleh UNESCO.
"Batik sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Maka tanggungjawab kita sebagai generasi penerus harus ikut melestarikannya," tegasnya.
Ia menyoroti pentingnya memperhatikan koleksi batik serta memastikan ketersediaan bahan-bahan yang diperlukan untuk pembatikan.
"Banyak dari koleksi musium ini berasal dari sumbangan. Diperlukan upaya lebih besar untuk memperkaya koleksi musium ini serta memastikan ketersediaan bahan-bahan baku yang dibutuhkan untuk membatik," tutur Bawazier.
Rizal Bawazier pun menyatakan siap memperjuangkan hal tersebut jika diberikan amanah oleh rakyat Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang dan Batang.
"Insya allah kalau nanti kembangannya bagus. Kita akan bikin satu pabrik khusus bahan baku untuk batik. Sehingga kita tidak beli dari kota lain lah istilahnya begitu," tandasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla