PEKALONGAN, METROPEKALONGAN.COM – Warga Kampung Pesindon, Kecamatan Pekalongan Barat, menggelar lomba Karambol LBH Adhyaksa Cup Kamis malam (4/1/2023). Sebanyak 256 peserta lomba dari berbagai daerah di sekitar Kota Pekalongan bersaing ketat untuk memperebutkan hadiah jutaan rupiah.
"Sesuai target, semua peserta terkonfirmasi hadir," kata Khoirul Mastur salah satu panitia.
Peserta datang dari berbagai daerah. Mulai dari lokal Kota Pekalongan, warga Tirto, Medono, Binagriya, Kergon, hingga Bendan. Ada juga warga dari kabupaten sebelah, seperti Bojong dan Batang. “Ada juga dari Comal Pemalang, tapi sudah masuk pembatasan peserta,” serunya.
Pihaknya sengaja membatasi jumlah peserta lomba karambol agar tidak membeludak. Karena arena dan perlengkapan lomba terbatas. Jadi dilakukan sistem tercepat mendaftar.
"Meski pendaftaran sudah ditutup, namun kami masih terus menerima notifikasi pendaftar dan sudah tembus 400 peserta," bebernya.
Mastur menyebutkan, seluruh pertandingan babak penyisihan akan dimainkan selama dua malam. Karena itu, tiap malamnya akan ada 32 hingga 40 pertandingan. Atau empat hingga lima pertarungan di tiap meja dari delapan meja yang tersedia. Mereka bertarung satu lawan satu di delapan meja karambol yang sudah disiapkan
Persaingan yang ketat ini, memantik sorak sorai para penonton di Lapangan Elang Hitam. Ada yang berteriak berusaha menyuntikkan semangat kepada rekannya untuk bisa memenangkan lomba. Ada juga yang memang antusias mengikuti alur permainan karambol saja.
Kampun Pesindon sendiri dikenal sebagai kampung batik. Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid juga tinggal di kampung tersebut.
Ditegaskan, pertandingan babak penyisihan akan berlangsung dua malam. Berikutnya babak semi final akan berlangsung hari ketiga, perempat final hari keempat, dan final akan berlangsung di hari terakhir atau kelima.
"Kendala utama adalah cuaca. Kalau hujan, biasanya terpaan angin dan air akan mengganggu permainan," terang Mastur.
Pihaknya berharap, semoga selama lima malam nanti cuaca bisa terang tanpa ada hujan. Walaupun panitia sudah menyiapkan atap, namun khawatir ada angin.
Kedisiplinan peserta, menurut Mastur, menjadi faktor penentu acara bisa berjalan dengan baik. Semisal satu peserta sudah siap di arena, namun lawannya belum siap atau belum sampai lokasi. Hal ini membuat jadwal pertandingan molor.
"Di hari pertama babak penyisihan bisa kami maklumi. Namun di hari kedua penyisihan akan dikenakan sanksi diskualifikasi,” tegasnya.
Pihaknya menetapkan, batas toleransi pukul 21.00. Jika tidak hadir di arena pertandingan, maka peserta bisa dikeluarkan atau dicoret.
Pihak panitia lomba menyediakan hadiah senilai jutaan rupiah. Hadiah diberikan kepada juara satu hingga empat, dan hadiah hiburan bagi juara lima hingga delapan.
Sementara Ketua LBH Adhyaksa, Didik Pramono yang menjadi sponsor lomba mengatakan, selain meneruskan kebiasaan lomba karambol, juga mengenalkan keberadaan lembaga bantuan hukum yang berkantor di Kampung Pesindon.
"Kami hanya ingin menghidupkan Kampung Pesindon agar warganya terus guyub, rukun, dan bergotong-royong untuk kemajuan lingkungannya," tutupnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla