Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pertahankan Predikat Kota Kreatif Dunia, Pemkot Pekalongan Siapkan Puluhan Event

Lutfi Hanafi • Rabu, 10 Januari 2024 | 04:37 WIB

 

 

DISKUSI : Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat mengikuti rakor dengan anggota Jejaring Kabupaten Kota Kreatif UNESCO, Selasa (9/1/2024).
DISKUSI : Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat mengikuti rakor dengan anggota Jejaring Kabupaten Kota Kreatif UNESCO, Selasa (9/1/2024).

PEKALONGAN, METROPEKALONGAN.COM – Sudah satu dasawarsa ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menyandang predikat Kota Kreatif Dunia.

Demi mempertahankan predikat tersebut, kini pemerintah setempat menyiapkan puluhan event kreatif.

“Awal tahun ini, kami telah menyusun kurang lebih 24 event untuk mempertahankan predikat tersebut,” kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid usai rapat koordinasi (rakor) dengan anggota jejaring Kabupaten Kota Kreatif Unesco Selasa (9/1/2024).

Meraih penghargaan, kata wali kota, memang lebih mudah dibanding mempertahankannya. Dengan terus melakukan pengembangan.

“Kota Pekalongan harus terus berinovasi. Namun saat ini muncul banyak kota kreatif lainnya seperti Bandung, Ambon, Solo, dan kota lainnya,” katanya.

Karena itulah, wali kota berencana event khusus dalam rangka satu dasawarsa predikat Kota Kreatif Dunia.

“Khusus perayaaan 10 tahun predikat Kota Kreatif Dunia, masih kami rancang. Kemungkinan berbarengan dengan peringatan Hari Batik Nasional,” ungkapnya.

Menjadi kota kreatif tentu saja harus didukung dengan industri kreatif lainnya.

Pemkot Pekalongan menyadari, UMKM di Kota Pekalongan mengalami perkembangan pesat. Terutama batik yang saat musim Covid-19, industrinya malah semakin bagus.

“Yang unik, saat pandemi Covid-19, daster batik Pekalongan sangat diminati pasar sehingga penjualannya sangat tinggi. Ini tentu menarik,” serunya.

Kendati begitu, pesatnya industri kreatif di Kota Pekalongan dibarengi dengan permasalahan limbah yang tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Pemkot Pekalongan.

Harus disinergikan dengan daerah lain, karena Kota Pekalongan ini hilirnya, sedangkan hulunya Kabupaten Pekalongan dan Batang. Bahkan, sebagian limbah juga berasal dari daerah tersebut.

"Banyak masukan dan kritikan terkait permasalahan limbah sungai. Ini masih menjadi PR Pemkot Pekalongan dan wilayah sekitar. Tidak bisa kami selesaikan sendiri,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya berharap ke depan tidak muncul isu-isu negatif, seperti sebelumnya ada banjir merah akibat pewarna batik yang dibuang sembarangan.

“Hal ini bisa menjadi sorotan dunia yang turut mengancam predikat Kota kreatif Dunia,” katanya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #unesco #kota kreatif dunia #batik #Walikota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid