Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Festival Durian di Alun-Alun Kajen Kabupaten Pekalongan Ricuh, Sebagian Pengunjung Merangsek Tak Sabar Ingin Berebut Gunungan

Nanang Rendi Ahmad • Minggu, 14 Januari 2024 | 21:52 WIB
BERDESAKAN: Detik-detik saat para pengunjung membobol pagar pembatas dan berebut durian dari gunungan, acara Festival Durian 2024, Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (14/1/2024).
BERDESAKAN: Detik-detik saat para pengunjung membobol pagar pembatas dan berebut durian dari gunungan, acara Festival Durian 2024, Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (14/1/2024).

KAJEN, METROPEKALONGAN.COM - Festival Durian 2024 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaen (Pemkab) Pekalongan, Minggu (14/1/2024) pagi tadi ricuh.

Panitia terpaksa membubarkan festival, meski rangkaian acara belum semua berjalan. Bahkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq pun belum memberi sambutan.

Banyak pengunjung pingsan karena berdesakan, ada yang terluka, dan tak sedikit yang kehilangan barang bawaan terutama ponsel.

Pantauan METROPEKALONGAN.COM dari panggung utama, awalnya para pengunjung masih kondusif. Lambat laun lokasi festival berubah menjadi lautan manusia (puluhan ribu orang). 

Pengunjung mulai merangsek ketika gunungan durian dan hasil bumi dibawa ke tengah lautan manusia.

Sedianya,19 gunungan dari semua kecamatan di Kabupaten Pekalongan akan dibawa seluruhnya ke tengah festival.

Tetapi pengunjung terus merangsek mendekati gunungan-gunungan yang sudah masuk ke tengah lapangan.

Kericuhan pun pecah ketika beberapa orang dari pengunjung mulai mengambil durian dari gunungan. Padahal belum semua gunungan masuk ke lapangan. 

Pihak pengamanan dan panitia tidak mampu menghalau gelombang pengunjung yang merangsek dari semua sisi.

Dua gunungan durian utama yang disediakan panitia di depan panggung ikut jadi sasaran. Padahal sudah dikelilingi pagar pembatas. Tapi pengunjung tetap saja naik dan melompat ke area itu.

Dari atas panggung, wartawan METROPEKALONGAN.COM melihat jelas kericuhan itu.

Panitia pun pasrah karena tak mampu menahan gelombang massa.

Banyak pengunjung melambaikan tangan ke panggung meminta tolong, baik anak-anak juga orang dewasa, laki-laki maupun perempuan. 

PINGSAN: Sejumlah pengunjung yang diangkut ke atas panggung karena pingsan usai berdesakan berebut durian di acara Festival Durian 2024, Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (12/1/2024).
PINGSAN: Sejumlah pengunjung yang diangkut ke atas panggung karena pingsan usai berdesakan berebut durian di acara Festival Durian 2024, Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (12/1/2024).

Wartawan METROPEKALONGAN.COM bersama sejumlah orang di panggung sempat turun untuk ikut mengangkat ibu-ibu pingsan.

Sebelumnya ibu-ibu tersebut sudah melambaikan tangan, tapi orang-orang kesulitan menggapainya karena terhalang pagar dan pengunjung yang sedang berebut durian.

Di sudut lain panggung, banyak orang melaporkan kehilangan barang bawaan. Ada yang satu orang kehilangan dua ponselnya. Padahal ada di dalam tas dan tertutup. 

Di sudut lain lagi, ada anak-anak menangis terpisah dari keluarganya.

Panitia mencoba mengumumkan melalui pengeras suara. Keadaan benar-benar tak karuan.

Beruntung, hingga berita ini terbit, belum ada kabar peristiwa ini memakan korban jiwa.

Baru ada kabar sejumlah orang harus dilarikan ke rumah sakit karena terluka. Jumlah pastinya belum diketahui.

Ketua Panitia acara Abdul Baqi mengatakan, keadaan ini di luar prediksi.

Pihaknya sebenarnya sudah melakukan antisipasi, namun massa tidak bisa dikendalikan karena buru-buru berebut gunungan durian.

Padahal pihaknya sudah menyiapkan petugas keamanan dari kepolisian, TNI, maupun Satpol-PP.

“Acara ini sudah melalui rapat dan tahapan-tahapan dengan berbagai pihak. Prediksi kami sekitar 10 ribu orang yang datang, tapi tadi lebih. Yang datang ini tidak hanya warga Kabupaten Pekalongan, tapi juga dari Batang, Kota Pekalongan, bahkan mungkin Pemalang,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan ini.

Ia menyayangkan kericuhan ini terjadi. Ia menyebutkan, salah satu faktor membeludaknya pengunjung karena lokasi festival ini juga digunakan untuk car free day

“Akan kami evaluasi ke depannya. Untuk yang luka, nanti Pemerintah akan tanggung, tapi kalau yang kehilangan barang tidak.” ucapnya.

Sementara itu Kapolres Pekalongan AKBP Wahyu Rohadi mengatakan, pihaknya menerjunkan 150 personil di acara ini.

Sterilisasi area sudah dilakukan sejak pagi. Baik di area panggung, pintu masuk, dan jalan-jalan raya. 

“Kejadian ini  juga di luar prediksi kami. Ternyata pengunjung membeludak, dan tadi bisa dilihat mereka saking antusiasnya jadi berebut durian. Tapi situasi akhirnya bisa kami amankan,” ujarnya.(nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #ricuh #Alun-Alun Kajen #festival durian