KAJEN, METROPEKALONGAN.COM - Banyak korban jatuh dan pingsan saat berdesak-desakan berebut durian dalam acara Festival Durian 2024 di Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu 14 Januari 2024.
Korban pingsan ini tidak hanya orang dewasa, melainkan juga anak-anak dan orang lanjut usia, baik laki-laki maupun perempuan.
Tidak hanya pingsan, ada pula warga yang luka karena terkena kulit durian saat berebut.
Pantauan METROPEKALONGAN.COM di lokasi, ada belasan korban baik pingsan dan terluka. Mereka diangkut keluar lapangan dan ada pula yang sampai diangkat ke atas panggung.
Sebagian telah siuman, tapi ada pula yang sampai harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Dari data yang diterima METROPEKALONGAN.COM, hingga Minggu sore 14 Januari 2024 , sedikitnya ada lima orang yang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen.
Beruntung kondisi mereka membaik. Kelimanya tidak ada luka serius. Pihak RSUD Kajen menyebut kini kelimanya telah menjalani rawat jalan.
Kericuhan terjadi dipicu karena pengunjung yang ditaksir jumlahnya mencapai puluhan ribu orang tiba-tiba merangsek ke area festival lalu berebut gunungan durian.
Padahal acara baru berlangsung sebentar. Bupati Pekalongan pun bahkan belum naik memberi sambutan acara.
Panitia dan petugas keamanan pun tak mampu menghalau massa yang merangsek dari semua sisi. Bahkan pagar pembatas pun jebol. Saat itulah banyak pengunjung yang terjatuh, terjepit, bahkan terinjak-injak.
Tak sedikit anak-anak yang terpisah dengan orang tuanya hingga yang kehilangan barang bawaan.
Festival pun dibubarkan seketika demi menghindari jumlah korban semakin banyak.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Abdul Baqi selaku ketua panitia acara mengatakan, pihaknya akan menanggung biaya pengobatan korban yang dilarikan ke rumah sakit.
“Iya, segera itu akan kami tanggung. Nanti kami urus,” ucapnya. (nra/ida)