KAJEN, METROPEKALONGAN.COM - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Pekalongan, Senin (15/1/2024).
Dalam kunker ini, Menteri Hadi menyerahkan secara langsung 20 sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada warga Desa Klunjukan, Kecamatan Sragi.
Di sela-sela itu ia mengatakan, Kabupaten Pekalongan akan dideklarasikan sebagai salah satu Kota Lengkap PTSL tahun 2024 ini.
"Tahun 2023 baru ada 13 Kota Lengkap (di seluruh Indonesia). Tahun ini (akan bertambah) total menjadi 100 Kota Lengkap," katanya.
Kabupaten Pekalongan diproyeksikan masuk sebagai salah satunya karena capaian PTSL-nya sudah mencapai hampir 97 persen. Tinggal sedikit lagi seluruh bidang tanah di Kota Santri ini akan tersertifikasi.
"Ini masih terus berjalan, dan saya perintahkan kepada kepala kantor pertanahan di wilayah ini untuk segera (menyelesaikan)," ucapnya.
Hadi menambahkan, secara nasional total sudah 110,5 juta bidang tanah yang tersertifikasi. Tahun 2024 ini Kementerian ATR/BPN menarget dapat menyelesaikan atau menerbitkan 10 juta sertifikat tanah.
"Jadi tahun ini totalnya akan menjadi 120 juta bidang tanah (tesertfikasi). Sisanya, 6 juta bidang tanah nanti akan kami selesaikan di tahun 2025. Ini sedikit lah," ujarnya.
Menanggapi soal digitalisasi sertifikat tanah, Hadi mengatakan itu akan dilakukan nanti setelah semua bidang tanah di Indonesia tersertifikasi.
Saat ini pihaknya tengah fokus menerbitkan dan menyerahkan sertifikat tanah fisik atau konvensional.
"Nanti setelah itu kita ada proses alih media. Setelah semua tertata, batas kana dan kiri tanah sudah jelas secara spasial maupun yuridis, baru kita alih media. Karena biar akurat ketika kita unggah ke sistem digital,"
"Sekarang yang penting masyarakat sudah memegang sertifikat dulu, supaya tenang dan tidak dimainkan oleh mafia tanah," tuturnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla