KAJEN, METROPKALONGAN.COM - Tiga Kecamatan di Kabupaten Pekalongan tercatat sebagai wilayah tinggi kecelakaan lalu lintas selama 2023.
Sementara di wilayah-wilayah pegunungan (atas), masih tercatat sebagai zona rendah kepatuhan lalu lintas.
Data ini muncul dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) evaluasi permasalahan lalu lintas di wilayah kerja Jasa Raharja Pekalongan, Rabu 17 Januari 2024.
Tiga kecamatan yang tercatat tinggi angka kecelakaan lalu lintas ialah Kajen, Wiradesa, dan Kedungwuni.
"Itu wilayah yang memang volume lalu lintasnya tinggi, ya. Wiradesa itu karena dilalui jalur pantura, Kajen karena memang di pusat keramaian, Kedungwuni juga" kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan Agus Purwanto usai hadir di FGD tersebut.
Sementara itu, kecamatan-kecamatan di wilayah atas masih terpantau sebagai zona yang rendah kepatuhan berlalulintas.
Banyak pemotor yang masih tidak menggunakan helm di jalan raya hingga kerap didapati mobil bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut orang.
Wilayah rendah kepatuhan ini ialah Kecamatan Petungkriyono, Lebakbarang, Kandangserang, dan Paninggaran.
"Ini karena kesadaran masyarakat akan tertib berlalulintas masih rendah. Juga memang penindakan di wilayah atas masih perlu ditingkatkan," ucapnya.
Sebenarnya, kata Agus, berdasarkan data, angka kecelakaan di Kabupaten Pekalongan mengalami tren penurunan dari tahun-tahun.
Kendati demikian, pihaknya bersama forum lalu lintas tetap akan berupaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
"Tadi ada kami, dari kepolisian, dinas kesehatan, Jasa Raharja, Samsat, dan lain-lain, bersepakat unuk memingkatkan keselamatan berlalulintas. Juga dibahas soal upaya peningkatan pendapatan dari pajak kendaraan bermotor. Forum seperti ini rencananya akan diadakan secara rutin nantinya," tandas Agus. (nra)
Editor : Ida Nor Layla