BATANG, METROPEKALONGAN.COM – Kasus penyiraman air mendidih kepada Mbah Komariyah oleh menantunya di Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, oleh Polsek Gringsing ditutup. Selain itu, korban yang terbilang kurang mampu, belum dapat bantuan dari pihak manapun.
Pasalnya, pelaku yang bernama Sugito ditemukan telah meninggal akibat tertabrak kereta api di perlintasan Desa Pagerdawung, Ringinarum, Kendal, pada Selasa sore 16 Januari 2024.
Tidak diketahui pasti kronologi kejadiannya. Karena tidak ada saksi yang melihat. Tubuh Sugito ditemukan menjadi beberapa bagian di sebelah rel kereta api.
Seperti diketahui pada Sabtu 13 Januari 2024, Sugito menyiram ibu mertuanya menggunakan air mendidih. Akibat perbuatannya tersebut, korban Mbah Komariyah mengalami luka serius di wajah, leher, dan punggung.
Sugito melakukan perbuatan kejinya saat ibu mertuanya sedang tidur. Setelah menyiramkan air mendidih, Sugito melarikan diri dan sempat menjadi buron aparat Kepolisian Batang.
"Sebetulnya Mbah Komariyah masih harus berobat lagi karena luka-lukanya belum sembuh. Tapi kami tidak mampu," kata Siti Kunaeni, anak korban yang juga mantan istri pelaku Sugito.
Walaupun kondisi Mbah Komariyah sekarang sudah berangsur membaik, namun kondisi bagian tubuh yang melepuh masih belum mengering.
Mbah Komariyah hanya bisa duduk dan makannya masih harus disuapi. Masih belum bisa meninggalkan tempat tidurnya, yang hanya beralaskan plastik tipis tanpa kasur.
Kondisi Mbah Komariyah yang sudah renta dengan penglihatan buruk akibat katarak, semakin menjadi tanggungan berat bagi keluarga. Terlebih, Siti Kunaeni selama ini tidak punya pekerjaan.
Sedangkan saudara-saudaranya yang lain tinggal di kota lain dengan kondisi yang juga tidak jauh berbeda.
Selain merawat ibunya, Siti Kunaeni juga masih punya tanggungan membesarkan anak balita hasil dari pernikahannya dengan Sugito. Anak kecil yang belum tahu permasalahan keluarga ini, sesekali terlihat merengek saat ada penjual jajanan lewat.
Keluarga Mbah Komariyah mengaku belum mendapatkan bantuan apapun dari pihak pemerintah desa. Meskipun kasus penyiraman air mendidih itu sempat membuat heboh. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla