Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Cerita Warga Rowoyoso Kabupaten Pekalongan Temukan Trenggiling Melintas di Pekarangan Rumah

Nanang Rendi Ahmad • Jumat, 19 Januari 2024 | 23:37 WIB

SATWA DILINDUNGI: Anak-anak Desa Rowoyoso, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, menonton trenggiling temuan warga, Jumat (19/1/2024).
SATWA DILINDUNGI: Anak-anak Desa Rowoyoso, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, menonton trenggiling temuan warga, Jumat (19/1/2024).

KAJEN, METROPEKALONGAN.COM - Selama ini trenggiling dikenal sebagai satwa dilindungi yang berhabitat asli di hutan.

Tapi siapa sangka, hewan bersisik keras ini ditemukan oleh sekelompok warga di permukiman wilayah pesisir.

Hewan yang populasinya kini di ambang kepunahan itu tiba-tiba muncul di depan pekarangan rumah warga, di RT 09, RW 03, Desa Rowoyoso, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Kamis (18/1/2024) malam, sekitar pukul 23.00.  

"Kami enam orang sedang kumpul-kumpul di sini, nongkrong lah biasa, tiba-tiba trenggiling itu lewat di hadapan kami. Terus kami tarik lalu kami tangkap. Dia hampir melawan sih ketika akan kami tangkap," cerita Aqif Al Farisi, 23, warga setempat. 

Ia tak tahu pasti dari arah mana trenggiling itu datang. Temuan ini juga kali pertama terjadi di Rowoyoso. Ia pun heran mengapa ada trenggiling masuk ke desanya yang merupakan wilayah pesisir.

"Tapi di desa ini ada kebun, ada rawa juga. Tapi rawa itu pun bekas tambak. Kalau pantai dekat, dua kilometer dari sini. Mungkin dia ke sini karena desa ini memang banyak semut dan kroto (telur semut). Karena saya searching di internet, makanan trenggiling salah satunya kroto itu,"ucapnya.

Usai trenggiling berhasil ditangkap, Aqif dan kawan-kawan lalu mengurungnya di sebuah tempat seadanya. Trenggiling sempat berontak agresif namun hanya beberapa saat, setelah itu diam dan melingkarkan tubuhnya.

Aqif dan kawan-kawan yang tahu itu hewan dilindungi lantas mencoba menginformasikan ke media sosial dan pihak Pemadam Kebakaran (damkar).

"Iya, karena kami tidak tahu harus melapor ke mana malam-malam. Terus dari medsos ada respon, kami disarankan menghubungi pihak BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam)," ungkapnya.

BKSDA baru bisa menjemput dan mengevakuasi trenggiling tersebut pada Jumat pagi 19 Januari 2024 . (nra/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#trenggiling #kabupaten Pekalongan #satwa dilindungi #Rowoyoso