METROPEKALONGAN.COM - Kabar duka menyelimuti dunia pendakian Indonesia.
Dua pendaki wanita, Mamak Pendaki alias Lilie Wijayanti Poegiono, 59 dan Elsa Laksono, 59, meninggal dunia saat melakukan pendakian di Puncak Cartenz, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.
Keduanya diduga kuat meninggal dunia akibat hipotermia, hypoxia dan acute mountain sickness (AMS).
Tiga orang lagi juga dikabarkan mengalami gejala yang sama.
Mereka berangkat bersama dengan rombongan yang juga diikuti oleh Fiersa Basari.
Fiersa Besari adalah seorang musisi dan penulis Indonesia yang dikenal luas.
Ia memulai karier musiknya sebagai vokalis band indie pada tahun 2009.
Ia telah merilis beberapa album musik yang populer di kalangan pendengar musik Indonesia.
Selain bermusik, Fiersa Besari juga aktif menulis buku. Karya-karyanya sebagai penulis juga mendapat sambutan positif dan sering masuk dalam daftar buku terlaris.
Ia juga dikenal sebagai seorang petualang dan pendaki gunung.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan laporan yang diterima, insiden tragis ini terjadi pada Sabtu, 1 Maret 2025, sekitar pukul 02.07 WIT.
Mamak Pendaki dan Elsa dinyatakan meninggal dunia setelah dievakuasi oleh rekan dan pemandu pendakian di Teras Dua, area di bawah Puncak Cartenz.
Sebelumnya, pada Jumat, 28 Februari 2025, tim pendaki yang berjumlah 20 orang memulai pendakian menuju Puncak Cartenz.
Tim ini terdiri atas 5 pemandu, 7 pendaki WNI, 6 pendaki WNA, dan 2 pendaki dari Taman Nasional Lorentz.
Pendakian berlangsung dari Base Camp Yellow Valley antara pukul 03.00-04.00 WIT. Pada pukul 14.00 WIT, pendaki terakhir mencapai puncak.
Namun, saat perjalanan turun, beberapa pendaki mulai mengalami gejala AMS dan hipotermia.
Upaya penyelamatan segera dilakukan. Tim penyelamat dikerahkan untuk membantu para pendaki yang mengalami kesulitan.
Namun, kondisi cuaca ekstrem dan medan yang sulit membuat proses evakuasi menjadi sangat menantang.
Korban dan Kondisi Pendaki Lainnya
Selain Lilie dan Elsa, tiga pendaki lainnya juga mengalami gejala AMS dan hipotermia, yaitu:
1. Indira Alaika (gejala AMS)
2. Saroni (gejala AMS)
3. Alvin Reggy Perdana (hipoksia)
Ketiga pendaki tersebut berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke basecamp.
Proses Evakuasi dan Tindak Lanjut
Jenazah Lilie dan Elsa dievakuasi dari lokasi kejadian menggunakan helikopter milik PT. Komala Indonesia.
Setelah tiba di Timika, jenazah dibawa ke RSUD Kabupaten Mimika untuk proses visum dan pemulasaran.
Rencananya, jenazah akan diterbangkan ke Jakarta pada Minggu, 2 Maret 2025, menggunakan pesawat Lion Air.
Penyebab dan Faktor Risiko
Hipotermia dan AMS adalah kondisi yang umum terjadi pada pendakian di ketinggian.
Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh menurun drastis akibat paparan suhu dingin.
AMS adalah kondisi yang disebabkan oleh kurangnya oksigen di ketinggian. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla