Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Perjalanan Spiritual Andy Wong, Dulu Diliputi Kebencian, Kini Menjadi Pejuang Mualaf

Lutfi Hanafi • Rabu, 26 Maret 2025 | 03:14 WIB

UMROH - Andy Wong atau Boentoro saat menuaikan umroh pada tahun 2024 kemarin bersam istri tercintanya.
UMROH - Andy Wong atau Boentoro saat menuaikan umroh pada tahun 2024 kemarin bersam istri tercintanya.


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Perjalanan hidup Andy Wong adalah kisah panjang pencarian spiritual.

Dari sosok yang menolak Islam, akhirnya menjadi pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan anggota DPRD Kota Pekalongan.

Lahir di Kota Pekalongan pada 23 Maret 1967 dengan nama Wong Song Wun.

Kiai Syafii berkali-kali mengajaknya masuk Islam, namun Andy selalu menolak.

"Mengko ono wongsone, le," kata kiai sambil mengelus punggungnya. Namun, dalam hati Andy justru menertawakannya.

Pencarian spiritualnya membawa Andy ke berbagai agama. Ia pernah menganut Konghucu, Buddha, Kristen, bahkan Hindu dan Kejawen.

Ia menghafal banyak ajaran agama, termasuk kitab-kitab Konghucu.

Keajaiban terjadi. Hanya dalam satu bulan, anaknya sudah bisa mengaji. Saat berkunjung ke pondok, Andy tiba-tiba disodori buku dasar sholat oleh anaknya.

Momen pertama kali ia diajak sholat bersama anaknya di pondok menjadi titik balik dalam hidupnya. Dari sana, ia mulai belajar menjalankan ibadah sebagai seorang Muslim.

Namun, ada satu kejadian yang benar-benar menggetarkan hatinya. Suatu hari, saat Idul Fitri, ia melihat anaknya berdiri di mimbar sebagai khatib. Andy terdiam, dadanya bergemuruh.

"Saya yang banyak dosa ini, melihat anak saya bisa naik mimbar, memberi ceramah. Saat itu saya merasa bangga sekaligus tersadar, saya harus menjadi Muslim yang benar," kenangnya.


Merantau, Pulang, dan Mengabdi

Tahun 1998, ayahnya meninggal dunia. Andy sempat merantau ke Kalimantan selama lima tahun dan menjadi tour leader wisata.

Suatu malam, ia bermimpi didatangi almarhum ayahnya yang memintanya pulang ke Jawa. Ia pun kembali dan mencoba berbagai usaha, meski mengalami pasang surut.

Tahun 2019, Andy bergabung dengan PITI dan kembali mendapat bimbingan dari Habib Luthfi yang memintanya mengganti nama menjadi Andy Wong.

Sejak itu, ia semakin aktif dalam kegiatan sosial, terutama setelah banjir besar Kota Pekalongan tahun 2021. Selama 40 hari, ia mendirikan empat dapur umum dengan biaya ratusan juta rupiah.

Selain itu, ia rutin menggelar program Jumat Berkah dan dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat.

Banyak pihak melihatnya sebagai pemimpin potensial, hingga akhirnya ia diminta mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kota Pekalongan melalui PKB.

Tanpa diduga, ia terpilih dan kini mengemban amanah sebagai wakil rakyat.


Impian Besar: Rumah Mualaf dan Masjid Cheng Ho

Sebelum terpilih sebagai anggota dewan, Andy akhirnya bisa menunaikan umrah bersama istrinya. Ini menjadi jawaban atas doa mertuanya yang dahulu sempat ia abaikan.

Kini, Andy Wong ingin lebih fokus menjalankan tugasnya di DPRD serta membesarkan PITI di Kota Pekalongan.

Salah satu impian besarnya adalah membangun Rumah Mualaf dan mendirikan Masjid Cheng Ho di Kota Pekalongan.

Ia berharap masjid ini tidak hanya menjadi pusat organisasi, tetapi juga destinasi wisata religi yang mengangkat nama Pekalongan.

"Gusti Allah selalu memberi jalan. Saya hanya ingin terus berbuat baik dan mengabdi untuk masyarakat," tutupnya dengan penuh keyakinan. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#persatuan islam tionghoa indonesia #mualaf #DPRD Kota Pekalongan