Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Azmi Basyir, Sang Ketua DPRD Kota Pekalongan, dari Surveyor Hidrogafi, Pilih Politik sebagai Jalan Pengabdian

Lutfi Hanafi • Rabu, 24 Juni 2026 | 15:27 WIB
Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan
TEMUI MASSA AKSI - Ketua DPRD Kota Pekalongan M Azmi Basyir tidak segan turun langsung ke masyarakat dan menerima aspirasi.
Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan TEMUI MASSA AKSI - Ketua DPRD Kota Pekalongan M Azmi Basyir tidak segan turun langsung ke masyarakat dan menerima aspirasi.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Siang itu, Mohamad Azmi Basyir tak sedang berada di ruang rapat atau menghadiri agenda politik.

Seperti kebiasaannya, Ketua DPRD Kota Pekalongan ini, selalu meluangkan waktu berolahraga sederhana di rumah dinasnya. Hanya sekitar 30 menit, ditemani video latihan dari aplikasi digital.

Rutinitas itu menjadi bagian dari gaya hidup baru yang kini ia jalani sekaligus ingin ia tularkan kepada masyarakat.

Di balik kesibukannya sebagai pimpinan legislatif termuda Kota Pekalongan, Azmi menyimpan mimpi yang telah tumbuh sejak masa kuliah, yakni melihat Kota Pekalongan terbebas dari banjir dan rob yang selama puluhan tahun membayangi kehidupan warganya.
 
Lahir di Pekalongan pada 19 Juni 1990, Azmi memang tumbuh di lingkungan yang akrab dengan dunia politik dan pelayanan publik.
 
Ayahnya, dr. H. Basyir Ahmad Syawie, merupakan Wali Kota Pekalongan dua periode. Sementara sang ibu, Hj. Balgis Diab, pernah menjadi Ketua DPRD Kota Pekalongan dan kini menjabat Wakil Wali Kota Pekalongan. Namun, bagi Azmi, politik bukan sekadar warisan keluarga.
 
“Sejak kecil saya melihat bagaimana kebijakan bisa memberi manfaat kepada lebih banyak orang. Itu yang membuat saya tertarik masuk dunia politik,” ungkapnya.
 
Perjalanan akademiknya terbilang mentereng. Setelah menamatkan pendidikan di SMAN 1 Pekalongan, Azmi melanjutkan studi Teknik Geodesi di Institut Teknologi Bandung (ITB).
 
Ia kemudian meraih beasiswa LPDP dan melanjutkan pendidikan magister di National University of Singapore (NUS), salah satu kampus terbaik dunia.
 
Di Negeri Singa itulah pandangannya tentang tata kelola pemerintahan semakin terbuka. Ia mempelajari sistem birokrasi, meritokrasi, hingga tata kelola kota modern yang efektif dan berintegritas.
 
Sekembalinya ke Indonesia, Azmi sempat berkarier sebagai profesional di bidang survei hidrografi dan dunia usaha. Namun panggilan untuk terjun ke politik akhirnya tak terbendung. 
 
Pada Pemilu 2019, ia memulai langkah politiknya bersama Partai Golkar dan langsung dipercaya masyarakat hingga kini kembali memimpin DPRD Kota Pekalongan periode 2024-2029.
 
Salah satu isu yang paling dekat dengan dirinya adalah penanganan banjir dan rob. Ketertarikannya bukan tanpa alasan. Sebagai lulusan Teknik Geodesi, Azmi memahami persoalan penurunan muka tanah dan kompleksitas masalah pesisir yang dihadapi Kota Pekalongan.
 
Bahkan jauh sebelum menjadi Ketua DPRD Kota Pekalongan, ia sudah aktif menyuarakan pentingnya penanganan banjir dan rob secara menyeluruh, bukan sekadar proyek parsial yang hanya menyelesaikan masalah di satu titik.
 
“Dulu saya melihat penanganannya masih terpisah-pisah. Padahal harus ada grand design yang holistik dan terintegrasi, bahkan melibatkan daerah sekitar,” katanya.
 
Baginya, keberhasilan pengendalian rob yang mulai dirasakan warga Pekalongan saat ini merupakan hasil perjuangan panjang lintas pemerintahan dan dukungan pemerintah pusat.
 
Meski demikian, ia menilai pekerjaan rumah masih banyak, terutama di wilayah barat Kota Pekalongan yang masih menghadapi ancaman banjir dan genangan.
 
Karena itu, Azmi terus mendorong pemerintah daerah agar agresif memperjuangkan dukungan anggaran pusat untuk proyek-proyek pengendalian rob yang belum tuntas.
 
Di luar aktivitas politik, Azmi dikenal sebagai sosok yang dekat dengan keluarga. Waktu luangnya lebih banyak dihabiskan bersama sang istri, Amna Alatas, dan buah hatinya. Sesekali mereka menikmati akhir pekan sederhana di Kota Pekalongan.
 
“Kalau tidak ada kegiatan, saya lebih sering bersama keluarga. Jalan-jalan dengan anak atau ngobrol dengan istri,” tuturnya.
 
Belakangan, perhatian Azmi juga tertuju pada isu kesehatan masyarakat. Ia mengaku mulai mengubah pola makan dengan mengurangi nasi, minuman manis, dan gorengan.
 
Menurutnya, meningkatnya kasus gagal ginjal dan penyakit tidak menular pada usia muda harus menjadi perhatian serius. Ke depan, ia berharap kampanye hidup sehat bisa menjadi gerakan bersama di Kota Pekalongan.
 
“Boleh menikmati makanan atau minuman manis, tapi harus dibatasi. Kita ingin generasi muda tetap sehat dan produktif,” ujarnya.
 
Bagi Azmi, politik bukan hanya soal kekuasaan atau jabatan. Politik adalah alat untuk menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.
 
Dan hingga hari ini, cita-cita yang ia bawa sejak muda tetap sama, menjadikan Kota Pekalongan lebih nyaman, lebih sehat, dan suatu saat benar-benar terbebas dari ancaman banjir dan rob. (han/ida) 
Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #Mohamad Azmi Basyir #Ketua DPRD Kota Pekalongan