Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Mitos Atau Fakta, Oli Kental Justru Bikin Mobil Bekas Anda Cepat Masuk Bengkel

Adityo Dwi Riyantoto • Selasa, 30 Juni 2026 | 13:13 WIB
Ilustrasi: Perawatan mobil, salah satunya mengganti oli dengan sesuai yang spesifikasi membuat mesin menjadi lebih awet dan hemat BBM. (Radar Jogja)
Ilustrasi: Perawatan mobil, salah satunya mengganti oli dengan sesuai yang spesifikasi membuat mesin menjadi lebih awet dan hemat BBM. (Radar Jogja)

 

METROPEKALONGAN.COM- Kabar adanya mobil bekas atau tua membutuhkan oli mesin lebih kental daripada spesifikasi yang sudah ditetapkan oleh pabrikan. Bahkan, di kalangan pemburu mobil bekas, ada sebuah "buku petunjuk gaib" yang diwariskan turun-temurun:

“Kalau mobilnya sudah berumur, pakai oli yang lebih kental saja supaya mesinnya tidak gampang panas di iklim Indonesia.”

Seperti diketahui, setiap produsen telah menentukan pelumas yang cocok untuk mobil tertentu. Kekentalan oli mesin ini bisa dilihat dari spesifikasi oli seperti SAE. Semakin besar angka SAE maka pelumas tersebut semakin kental atau memiliki viskositas makin tinggi di rentang suhu tertentu.

Namun, tidak ada aturan khusus yang mengatur apakah mobil tua membutuhkan oli yang lebih kental atau tidak. Sementara di media sosial banyak beredar kabar bahwa mobil tua sebaiknya dilakukan penggantian oli yang lebih kental. Apakah itu benar atau hanya mitos belaka?

Faktanya, ini adalah kesalahan besar yang siap membuat kantong Anda jebol.

Baca Juga: Petani Jagung Kota Pekalongan Terima Bantuan Alsintan Hasil Panen Diharapkan Meningkat

Bukannya melindungi mesin, sembarangan menaikkan tingkat kekentalan (viskositas) oli dari rekomendasi pabrikan justru menjadi tiket kilat menuju kerusakan mesin total. Mengapa demikian?

1. Mesin Kerja Rodi, BBM Jadi "Boncos"
Banyak pemilik mobil lupa fungsi dasar oli. Menurut Kode, seorang pengusaha bengkel berpengalaman, oli yang terlalu kental akan mengubah ruang mesin menjadi medan lumpur yang berat.

"Memang seluruh komponen tetap terlumasi, tapi karakter cairan yang lebih padat membuat gerak komponen menjadi tersendat," jelas Kode.

Dampak langsungnya:

* Mesin butuh tenaga ekstra besar hanya untuk bergerak.

* Gesekan antar komponen meningkat drastis.

Baca Juga: Maju Bareng, Kopen Kabeh, Seneng Sak Lawase, Langkah Kota Pekalongan Menuju Penghargaan Pembangunan Daerah Bappenas 2026

Mesin modern dirancang dengan celah komponen yang sangat sempit dan presisi. Oli yang terlalu kental akan kesulitan mengalir ke celah-celah mikro tersebut.
Ketika sirkulasi pelumas terhambat, bencana dimulai. Beberapa bagian mesin akan mengalami starvasi oli (kekurangan pelumasan).

"Yang terjadi adalah munculnya titik panas (*hotspot*) di area tertentu. Komponen yang bergesekan tanpa pelumas ideal akan aus jauh lebih cepat dan memicu kerusakan fatal dalam jangka panjang," tegas Kode.

Iklim Indonesia yang tropis bukan alasan untuk menolak spesifikasi pabrikan. Para insinyur mobil telah memperhitungkan segala aspek—termasuk suhu lingkungan—saat menentukan viskositas oli terbaik untuk kendaraan Anda.

 Tips untuk Pemilik Mobil Bekas:

* Ganti oli tepat waktu dengan spesifikasi yang sesuai buku manual.

* Jangan tergiur mitos oli kental untuk mobil berjarak tempuh tinggi jika pabrikan melarangnya.

* Rawat mesin dengan benar demi menjaga performa optimal sekaligus menghemat isi dompet Anda dari konsumsi BBM yang boros.

Sebab, mencegah kerusakan mesin jauh lebih murah daripada turun mesin! (sls)

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#perawatan mobil bekas #bengkel mobil #jual beli mobil #otomotif #mobil bekas