METROPEKALONGAN.COM, Semarang - Sebuah mesin produksi bertekanan tinggi di PT Raw Botanical Nusantara mendadak meledak hebat, kejadian tersebut merenggut satu nyawa pekerja dan melukai delapan lainnya secara tragis. Diduga ledakan dipicu oleh mesin produksi yang bekerja dengan tekanan tinggi, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 09.56 WIB.
Kecelakaan kerja terjadi di dalam pabrik di wilayah Kawasan Industri Candi, Kecamatan Ngaliyan, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 09.30. Peristiwa tersebut, satu orang meninggal diketahui bernama Muhammad Bryan Febryantoro, Laki-Laki warga Jalan Rayungkusuman Raya Mranggen, Demak, dengan kondisi luka bakar. Korban meninggal. Selain itu terdapat sejumlah korban yang mengalami luka-luka bakar dan telah mendapat perawatan di RSUD dr Adhyatma MPH.
Ledakan dahsyat di pabrik yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto tersebut mengubah ruang produksi bagian belakang menjadi medan horor. Atap-atap asbes hancur berantakan menimpa para pekerja, sementara ceceran darah segar tampak memenuhi lantai hingga ke area depan bangunan.
Saat ledakan terjadi, Bryan dan delapan rekannya berada di titik paling dekat dengan sumber ledakan. Tragisnya, delapan korban selamat ditemukan dalam kondisi terlentang dan tergeletak tak berdaya di ruangan belakang akibat tertimpa reruntuhan material asbes, dengan luka robek dan kulit mengelupas akibat hantaman destruktif mesin tersebut.
Baca Juga: Ditreskrimum Polda Jateng Tangkap 121 Tersangka Tindak Pidana Curat, Curas, dan Curanmor
Komandan Regu 2 Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Bambang Setiawan, mengatakan, berdasarkan informasi awal, ada ledakan diduga dipicu oleh mesin produksi yang bekerja dengan tekanan tinggi.
"Informasi sementara, mesin yang digunakan memiliki tekanan tinggi. Suhunya lebih panas dari biasanya. Karyawan yang bertugas hendak memeriksa tekanan mesin, namun belum sempat dilakukan pengecekan, mesin sudah lebih dulu meledak," jelasnya.
Bambang menambahkan, ledakan tersebut juga memicu kebakaran kecil dan menyebabkan kerusakan pada bangunan. Sejumlah lembar atap seng terlempar akibat kuatnya daya ledak. Menurut Bambang, kondisi bangunan menunjukkan kerusakan khas akibat ledakan, bukan kebakaran besar.
"Kalau kebakaran biasanya banyak bekas hangus, asap, dan api. Di lokasi ini lebih terlihat dampak ledakan, atap seng sampai terlepas," katanya
Kapolsek Ngalian, Kompol Aliet Alphard membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya juga menyebut ada satu orang pekerja yang ditemukan meninggal dalam insiden tersebut. "Iya benar, korban meninggal satu orang, untuk korban luka masih inventarisir, korban luka dibawa ke RS Tugu," ungkapnya
Terkait penyebab kejadian ini, pihaknya menyampaikan kepolisian masih mengumpulkan bahan keterangan dari saksi-saksi dilokasi kejadian.
"Untuk penyebabnya masih penyelidikan, saksi-saksi masih kita mintai keterangan," katanya.
Terlihat, pabrik tersebut kini sedang dalam penjagaan kepolisian guna keperluan penyelidikan. Lokasi pintu gerbang perusahan juga telah dipasangi police line. (mha)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto