Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Harga Telur Terus Anjlok, Pemkab Kendal Siapkan Pasar Murah

Adityo Dwi Riyantoto • Kamis, 2 Juli 2026 | 10:04 WIB
Peternak mengumpulkan telur dari ayam ras petelur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Peternak mengumpulkan telur dari ayam ras petelur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

METROPEKALONGAN.COM, Kendal- Peternak ayam petelur disejumlah daerah, tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya harga telur dalam tiga bulan terakhir. Harga jual terus merosot, sementara  biaya produksi justru melonjak karena kenaikan harga pakan. Hal tersebut tidak diimbangi dengan permintaan pasar masih lesu. Kondisi tersebut membuat para peternak khawatir tidak mampu mempertahankan usahanya jika situasi terus berlanjut.  

Salah satu peternak ayam petelur Hanief mengaku naik dan turunnya harga telur memang biasa terjadi. Namun yang terjadi saat ini membuat peternak berada dalam posisi sulit karena harga pakan juga naik.

Hanief mengatakan,harga telur ayam dari kandang sebesar Rp 18.000. Bahkan sebelumnya sempat Rp 17.000  per kilogram. Dengan harga tersebut, peternak harus menanggung kerugian setiap hari. Selain itu, peternak ini juga terpaksa mengurangi populasi ayam di kandang untuk menekan biaya pakan. Dari 1.000 ekor ayam, peternak sudah mengurangi hingga 200 ekor ayam, meski saat ini harga ayam afkir juga turun.

menyikapi hal tersebut, sejumlah pemerintah daerah mulai mengambil kebijakan, salah satunya Pemerintah Kabupaten Kendal akan menggelar pasar murah untuk menstabilkan harga pangan sekaligus membantu peternak ayam petelur yang kini terdampak anjloknya harga telur.

Baca Juga: Pelaku Usaha Akui Jateng Makin Ramah Investor, Ribuan Lapangan Kerja Segera Tercipta

Bupati Kendal,  Dyah Kartika Permanasari mengatakan, pasar murah rutin menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan penyerapan hasil produksi peternak lokal.

“Saat ini harga telur sedang turun sehingga kami ingin membantu peternak melalui pasar murah yang digelar rutin setiap hari Jumat di Alun-alun Kendal,” katanya.

Ia mengatakan Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah pemasok telur terbesar di Indonesia sehingga penurunan permintaan harus segera direspons dengan langkah nyata.Selain membantu peternak, pasar murah juga diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran.

Baca Juga: Data Pemilih Batang Naik 6 Ribu Jiwa, KPU Dorong Warga Tertib Urus Akta Kematian

Bupati mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengendalian harga pangan di Kabupaten Kendal.“Harapannya masyarakat bisa memperoleh sembako lebih terjangkau dan harga pangan tetap stabil,” ujarnya.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Alwi, mengatakan pemerintah menyiapkan 600 kilogram telur, 500 liter minyak goreng, dan 800 kilogram beras dalam pasar murah tersebut. 

Ia berharap kegiatan serupa mampu menjaga harga bahan pangan tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok. (bud/dit)

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#harga telur #harga telur murah #pemkab kendal #Dyah Kartika Permanasari #pasar murah