Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Polisi Selidiki Dugaan Pelanggaran Izin dan Kelalaian PT Raw Botanical Semarang

Adityo Dwi Riyantoto • Kamis, 2 Juli 2026 | 10:20 WIB
Polisi melakukan olah TKP di PT Raw Botanical Nusantara. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Polisi melakukan olah TKP di PT Raw Botanical Nusantara. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

 

METROPEKALONGAN.COM, Semarang- Tragedi ledakan PT Raw Botanical Nusantara Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, pada Rabu (1/7/2026) kemarin sekitar pukul 09.30 WIB, menyisakan teka-teki besar terkait legalitas operasional pabrik tersebut. 

Aparat kepolisian dari Polsek Ngaliyan dan Polrestabes Semarang langsung bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi (police line). Kini seluruh aktivitas produksi di pabrik tersebut kini dihentikan total demi kepentingan investigasi.

Kapolsek Ngaliyan Kompol Aliet Alphard menjelaskan, saat ini polisi tidak hanya fokus pada penyebab teknis ledakan, melainkan juga menyoroti aspek perizinan dan pola operasional perusahaan yang dinilai tertutup. 

Diketahui, PT Raw Botanical Nusantara tidak beroperasi setiap hari, melainkan hanya beraktivitas secara fluktuatif saat menerima pesanan komoditas ekspor.

"Kami belum tahu pasti jenis pabriknya apa, masih kami dalami karena informasinya produk mereka untuk ekspor. Pabrik ini hanya buka jika ada pesanan, bukan beroperasi setiap hari," tegas Kompol Aliet Alphard.

Baca Juga: Duaar..., Satu Tewas Akibat Ledakan Mesin Produksi di Kawasan Industri Candi Semarang

Selain masalah izin usaha, tim penyidik dan laboratorium forensik juga tengah mendalami kemungkinan adanya keterlibatan bahan kimia berbahaya yang memicu fatalitas ledakan tersebut.

"Penyelidikan dilakukan Polrestabes Semarang. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami penyebab ledakan," ujarnya.

Dari hasil penyelidikan awal, ledakan diduga berasal dari tabung sterilisasi yang tidak mampu menahan tekanan.

"Diduga tabung sterilisasi berisi air mengalami tekanan tinggi karena proses produksi sehingga meledak dan memicu kebakaran kecil," jelas Aliet.

Baca Juga: Memilukan, Bocah 2 Tahun Ditemukan Tewas di Kubangan Limbah Usai Dilaporkan Hilang Selama 6 Jam

Akibat ledakan tersebut, sebagian bangunan ruang produksi runtuh dan menimpa para pekerja. Selain mengalami luka bakar, korban juga terluka akibat tertimpa material bangunan dan serpihan kaca.

Kejadian tersebut mengakibatkan, satu pekerja tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka setelah diduga terjadi ledakan pada tabung bertekanan tinggi di area produksi.

Korban meninggal dunia adalah Muhammad Bryan Febryantoro, 30, warga Mranggen, Kabupaten Demak. Sementara delapan pekerja yang mengalami luka-luka yakni Ade Riska, Idham Ismail, Wahyu Setyadi, Albi Alamsyah, Iman Taufik, Saifuddin, Adi Siswanto, dan Ricky. Seluruh korban merupakan pekerja pabrik. (mha/dit)

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#ledakan pabrik #PT raw botanical Nusantara #ledakan ngaliyan #polretabes semarang #Kompol Aliet Alphard