METROPEKALONGAN.COM, Semarang - Sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menodong Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sudewa untuk benahi ekonomi Indonesia.
Aksi ini disampaikan sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) usai Purbaya mengisi kuliah umum bertema APBN Untuk Indonesia Maju : Menjaga Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan dan Pembangunan bertempat di Muladi Dome, Undip.
Mahasiswa menyoal perbaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), mereka menilai program itu yang tidak memiliki Undang-undang padahal mengucurkan dana yang besar.
"Bapak harus mengevaluasi total penggunaan dana MBG pak. Karena saya merasa tidak ada manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Itu kan tidak memiliki Undang-undang," kata mahasiswa yang merupakan Pengurus BEM Undip, Fadhil Zikra, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Piutang Pemkab Pekalongan Capai Rp 68 Miliar, Tapi yang Tertagih Secuil
Menanggapi hal itu, Menteri Purbaya menyampaikan jika peraturan dalam program MBG menggunakan Undang-undang APBN.
"Kebijakan pemerintah enggak harus ada Undang-undang. Itu pakai Undang-undang APBN. Cuma kalau mau kita perbaiki ya perbaiki bareng," ucap Purbaya.
Pada kesempatan itu, melontarkan kalimat agar Presiden RI, Prabowo dapat mengerem pengeluaran anggaran. Hal itu agar kebutuhan ekonomi Indonesia kembali pulih.
Dalam kegiatan ini, media tidak diperbolehkan masuk dalam kuliah umum. Para jurnalis di Kota Semarang menerima intimidasi dan penghalang-halangan kerja jurnalistik saat meliput kegiatan Menteri Purbaya.
Baca Juga: Bentuk Karakter Tangguh, Ratusan Siswa Digembleng Ala Tentara di KITB
Mulanya para jurnalis diperbolehkan masuk ke aula. Namun, tak berselang lama mereka diminta untuk keluar ruangan atau diusir. Sedangkan bagi jurnalis yang sudah mengambil foto maupun video dipaksa untuk menghapus.
Salah seorang Jurnalis Semarang, Dhika mengatakan, mendapatkan intimidasi dari pihak Kementerian Keuangan dan Undip saat meliput acara Menteri Purbaya. Ia menyatakan telah berhasil masuk aula pada pukul 14.15 WIB. Ia pun telah mengambil beberapa foto. Namun, tiba-tiba ada seorang yang mengaku sebagai staf Kemenkeu mendatangi dan meminta untuk menghapus dokumentasi tersebut.
"Dia bilang kalau di acara Menteri Purbaya tidak mengundang media jadi tidak boleh meliput dan tidak ada doorstop," ujarnya.
Mendapati perlakuan itu, Dhika dan beberapa jurnalis lainnya terpaksa keluar. Sehingga tidak bisa meliput. Bahkan usai kegiatan selesai pun, jurnalis di Semarang kucing-kucingan dengan Purbaya. Jurnalis mencegat di beberapa pintu dan sempat mengejar Purbaya yang akhirnya ditemukan di pintu Basement.
Baca Juga: PT HAI Bakal Memperluas Pabrik, Warga Was-Was Potensi Dampak Lingkungan
Direktur Jejaring Media Undip, Nurul Hasfi kemudian menghampiri para jurnalis dan mengatakan tidak mengizinkan peliputan. Begitupun dengan doorstop.
"Bapak Purbaya hadir di Undip untuk kegiatan kuliah umum bersama mahasiswa. Terkait akses peliputan, hal tersebut telah dikoordinasikan dalam rapat bersama tim protokol kementerian. Undip menghormati dan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh protokol kementerian," tutur dia.
Menanggapi hal itu, Menteri Purbaya menyatakan jika kuliah umum tidak bisa diliput karena ada materi yang bersifat sensitif karena ada beberapa dokumen negara.
"Karena ada beberapa hal-hal yang sensitif ya," pungkasnya (ifa/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto