Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Berkat Strategi Jaga Kinerja Fiskal, APBD Jateng Dipuji Kemenkeu

Adityo Dwi Riyantoto • Minggu, 5 Juli 2026 | 11:49 WIB
Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah pada semester I-2026 tetap terjaga meski dihadapkan pada tekanan ekonomi global dan keterbatasan fiskal.
Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah pada semester I-2026 tetap terjaga meski dihadapkan pada tekanan ekonomi global dan keterbatasan fiskal.

METROPEKALONGAN.COM, Magelang  —Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi kinerja  Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah pada semester I-2026 tetap terjaga di tengah ketidakpastian kondisi global dan keterbatasan fiskal. 

Menurut Ahmad Luthfi, Kondisi tersebut dapat dicapai karena pemerintah memfokuskan belanja daerah pada program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Luthfi mengatakan, belanja daerah difokuskan pada infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan sektor produktif, sehingga tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

"APBD harus kita gunakan untuk masyarakat yang sangat membutuhkan," kata Luthfi saat ditemui di sela kegiatan Rupiah Borobudur Playon di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu, (5 /7 2026).

Baca Juga: Pemkab Pekalongan Beri Tenggat Hingga 9 Juli 2026 untuk Pedagang Bongkar Bangunan Semipermanen PKL Gemek

Ekonomi Jateng terus tumbuh 5,89% atau di atas rata-rata nasional. Pun dengan realiasi investasi pada 2025 sebesar Rp110,02 triliun dan pada triwulan I-2026 sudah mencapai Rp23 triliun.

Tak ayal, juga berdampak pada penurunan angka kemiskinan dari 9,58% menjadi 9,38%. 

"Serapan tenaga kerja yang mencapai sekitar 92 ribu pada triwulan I-2026. Investasi di Jawa Tengah didominasi oleh padat karya,” ucap dia.   

Baca Juga: Mobil Berstiker Kritik Sekda Kabupaten Pekalongan Bikin Heboh Jamaah Salat Jumat Masjid Al Muhtaram Kajen

Capaian-capaian itu, lanjut dia, tak lepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, kabupaten/kota, perguruan tinggi, perbankan, hingga perusahaan swasta. 

Tak hanya itu, peran masyarakat dan media massa juga penting dalam memberikan kritik dan saran terkait pembangunan di Jawa Tengah. Kritik konstruktif sangat penting untuk mengoreksi apabila ada kekurangan dalam kinerja pemerintah daerah.

 

Sebagai informasi, sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam kunjungan kerjanya ke Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN) Semarang I mengungkapkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah masih tetap terjaga di tengah ketidakpastian kondisi global. 

Purbaya menjelaskan mengenai APBD Jawa Tengah sepanjang Semester I-2026, yaitu pos pendapatan daerah telah terealisasi sebesar 46,56% dari target yang telah ditetapkan dan tumbuh 13,33% secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai 52,06% dari target yang ditetapkan pemerintah.

"Hal itu menunjukkan peran APBN yang tetap optimal dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik," kata Purbaya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ditodong Policy Breaf Mahasiswa Undip, Desak Benahi Ekonomi Indonesia 

Sementara pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah tercatat sebesar 5,89%, mencerminkan ketahanan ekonomi daerah yang ditopang oleh aktivitas industri, perdagangan, serta berbagai program pemerintah yang mendorong produktivitas masyarakat. Perbaikan kondisi ekonomi tersebut turut didukung oleh postur APBN yang semakin sehat seiring berkembangnya sektor industri di Jawa Tengah.

"Kami akan terus berkomitmen menjaga kesehatan fiskal, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, serta mendorong berbagai kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Tengah," ucap Purbaya. (dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#menteri keuangan purbaya #ekonomi global #fiskal jawa tengah #jawa tengah #Ahmad Luthfi