Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

El Nino Ancam Kurangi Curah Hujan, BMKG Ajak Masyarakat Pekalongan Hemat Air dan Waspada Kekeringan

Lutfi Hanafi • Senin, 6 Juli 2026 | 14:25 WIB
BAGI AIR - Polisi saat bagi air di wilayah pesisir di Kota Pekalongan yang mulai kekurangan air bersih, untuk itu warga diminta bijak gunakan air.(IST)
BAGI AIR - Polisi saat bagi air di wilayah pesisir di Kota Pekalongan yang mulai kekurangan air bersih, untuk itu warga diminta bijak gunakan air.(IST)


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Fenomena El Nino diperkirakan akan mempengaruhi kondisi cuaca di Jawa Tengah hingga penghujung 2026. Mengantisipasi dampaknya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, termasuk di Kota Pekalongan, untuk lebih bijak memanfaatkan sumber daya air karena curah hujan diprediksi menurun selama musim kemarau.

Ketua Tim Manajerial Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Giyarto, menjelaskan El Nino dengan intensitas ringan hingga menengah berpotensi mengurangi curah hujan, meningkatkan risiko kekeringan, serta memicu kebakaran lahan dan hutan akibat kondisi udara yang lebih kering.

"Masyarakat perlu lebih bijak dalam memanfaatkan sumber daya air serta menghindari aktivitas pembakaran yang dapat memicu kebakaran," ujar Giyarto, Senin (6/7/2026).

Baca Juga: Gedung Baru Unikal Diresmikan, Mahasiswa Kini Didukung Fasilitas Modern Menuju Dunia Kerja

Baca Juga: Warga Kota Pekalongan Bisa Bertemu Dokter Spesialis Tanpa Ribet Rujukan

Menurutnya, masyarakat perlu mulai mengatur penggunaan air sejak dini karena debit air di sejumlah wilayah berpotensi menurun selama musim kemarau. Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas pembakaran juga perlu diperketat agar tidak memicu kebakaran lahan yang dapat meluas saat kondisi cuaca kering.

BMKG memprakirakan fenomena El Nino berlangsung sejak Juni hingga akhir tahun 2026. Pada puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus, suhu udara pada malam hari akan terasa lebih dingin, sementara kelembaban udara menurun sehingga kondisi lingkungan menjadi semakin kering.

"BMKG akan terus melakukan pemantauan perkembangan cuaca untuk mengantisipasi kemungkinan dampak yang lebih luas," jelasnya.

Baca Juga: Jalan Sehat Harganas 2026, Wawalkot Pekalongan Ajak Para Ayah Lebih Peduli Istri Hamil dan Cegah Stunting

Baca Juga: Penanganan Sungai Bremi-Meduri Dikebut, DPR RI Targetkan Pengendalian Banjir Pekalongan Mulai Terasa pada 2027

Meski membawa ancaman terhadap ketersediaan air, El Nino juga diperkirakan memberikan dampak positif bagi sektor perikanan. Perubahan kondisi laut selama fenomena tersebut berpotensi meningkatkan hasil tangkapan ikan di sejumlah kawasan pesisir.

Namun demikian, BMKG menegaskan masyarakat tetap harus mengutamakan kewaspadaan dengan mengikuti informasi cuaca resmi, menerapkan penghematan air, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim.

Dengan potensi berkurangnya curah hujan dalam beberapa bulan kedepan, langkah sederhana seperti menggunakan air secara efisien, menjaga sumber mata air, serta menghindari pembakaran terbuka dinilai menjadi kunci untuk mengurangi dampak El Nino terhadap kehidupan masyarakat di Pekalongan dan wilayah sekitarnya.

"Kami berharap masyarakat tetap tenang, terus mengikuti informasi cuaca resmi, dan bersama-sama meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim yang terjadi," pungkas Giyarto.(han/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#elnino #fenomena el nino #kota pekalongan #bmkg #kekeringan