Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ribuan Mahasiswa KKN Undip dan Unsoed Siap Sukseskan Program Kecamatan Berdaya

Adityo Dwi Riyantoto • Selasa, 7 Juli 2026 | 16:23 WIB

 

KKN: Gubernur Ahmad Luthfi melepas mahasiswa KKN Undip di Muladi Dome, Semarang, Selasa (7/7/2026). (IST)
KKN: Gubernur Ahmad Luthfi melepas mahasiswa KKN Undip di Muladi Dome, Semarang, Selasa (7/7/2026). (IST)

 

METROPEKALONGAN.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng 4.620 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip), untuk menjadi bagian dari Program Kecamatan Berdaya.

Ribuan mahasiswa KKN Undip tersebut, akan diterjunkan di 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Program unggulan Kecamatan Berdaya diarahkan untuk mempercepat pembangunan desa melalui pemetaan persoalan dan penggalian potensi lokal. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak sekadar menjalankan agenda akademik, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

"Hari ini saya bangga Undip telah memberangkatkan adik-adik kita di 10 kabupaten/kota dalam rangka KKN tematik dan reguler. Tentu ini akan sangat membantu sekali untuk pengembangan wilayah,” kata Ahmad Luthfi usai melepas mahasiswa KKN di Muladi Dome, Semarang, Selasa (7/7/2026).

Menurut Luthfi, Jawa Tengah memiliki sekitar 8.710 desa dengan karakteristik yang berbeda-beda. Karena itu, penguatan pembangunan dilakukan melalui kecamatan sebagai simpul koordinasi agar berbagai program pemerintah dapat menjangkau desa secara lebih efektif.

“Kita fokuskan kepada Kecamatan Berdaya. Kecamatan Berdaya ini adalah representasi aplikasi program bagi masyarakat desa,” ujarnya.

Baca Juga: Jateng Boyong Enam Penghargaan Adinata Syariah 2026, Jadi Pijakan Pembentukan Kawasan Industri Halal

Luthfi menjelaskan, pengembangan Kecamatan Berdaya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Sinergi dengan perguruan tinggi menjadi penting karena mahasiswa memiliki kemampuan melakukan identifikasi persoalan, sekaligus menawarkan solusi berdasarkan hasil kajian lapangan.

Selain Undip, pada hari yang sama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, juga melepas mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) untuk mendukung program serupa di wilayah penugasan masing-masing.

Baca Juga: Program Magang ke Jepang Menarik Minat Ratusan Anak Muda

“Hari ini untuk KKN Undip, ada juga KKN Unsoed yang dibuka oleh Pak Wakil Gubernur. Kita fokuskan kepada Kecamatan Berdaya,” katanya.

Luthfi berharap setiap kelompok KKN mampu melahirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakter daerah.

“Adik-adik nanti lahirkan bentuk KKN yang bisa memberikan masukan untuk Kecamatan Berdaya, terutama dalam rangka pengembangan wilayah sesuai kearifan lokal,” ujarnya.

Rektor UNDIP Suharnomo menegaskan, kampus akan terus mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui KKN reguler maupun tematik. Dukungan itu meliputi penguatan UMKM, percepatan penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Kami akan support terus Pemerintah Jawa Tengah, baik melalui KKN reguler lewat OPD-OPD yang ada kerja samanya maupun KKN tematik yang dibutuhkan masyarakat di tempat masing-masing,” katanya.

Kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi tersebut diharapkan menjadikan KKN bukan sekadar agenda akademik tahunan, melainkan laboratorium pembangunan yang menghadirkan solusi nyata bagi desa sekaligus memperkuat implementasi Program Kecamatan Berdaya di Jawa Tengah.

Baca Juga: El Nino Ancam Kurangi Curah Hujan, BMKG Ajak Masyarakat Pekalongan Hemat Air dan Waspada Kekeringan

Sementara itu, Komitmen itu mulai terlihat dari rancangan program para mahasiswa. Lasma Siombing, mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran UNDIP yang ditempatkan di Desa Kunti, Boyolali, akan menjalankan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, pemeriksaan kesehatan gigi, serta penyuluhan bagi guru dan siswa.

Di Desa Jendi, Kabupaten Wonogiri, Koordinator Desa Naila Safa Zuri bersama tim menyiapkan program pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme setelah menemukan persoalan kekeringan dan pengelolaan limbah saat survei awal.

Baca Juga: Tambak Udang Milik Pemprov Jateng Sukses Panen di Tengah Kawasan Industri

Sementara itu, Wakil Koordinator Desa Jendi, Farid Wafatsoqafian, melihat peluang pengembangan ekonomi desa melalui industri kerupuk dan sektor peternakan. Timnya akan memberikan pendampingan mengenai strategi pemasaran serta memperkenalkan peluang ekspor agar produk lokal memiliki nilai tambah. (dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#Universitas Diponegoro #Kuliah Kerja Nyata (KKN) #KKN Undip #Universitas Jenderal Soedirman #Ahmad Luthfi