METROPEKALONGAN.COM, Semarang –Ratusan calon murid baru tidak lolos dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) program sekolah kemitraan, akan mendapatkan bantuan pendidikan agar tetap dapat bersekolah di SMA maupun SMK negeri dan swasta.
Hal tersebut sebagai jaminan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar akses pendidikan tetap terjamin.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah telah memproyeksikan skema bantuan pendidikan bagi 5.000 warga miskin ekstrem. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui sekolah negeri maupun sekolah swasta sesuai kebutuhan.
“Catatan kita dari miskin ekstrem yang kemarin 5.000, nanti akan kita bagi ke sana. Jadi Dinas Pendidikan sudah memproyeksikan kita akan bantu 5.000 masyarakat yang miskin ekstrem. Kita bagi kepada sekolah swasta maupun sekolah negeri,” kata Luthfi usai rapat paripurna di DPRD Jawa Tengah, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga: Akses Pendidikan Merata, Anak Yatim hingga Keluarga Rentan di Pekalongan Terima Seragam Gratis
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jawa Tengah agar persoalan akses pendidikan bagi keluarga miskin dapat dituntaskan. Seluruh skema penyaluran bantuan telah dipetakan sehingga tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
“Itu sudah kita bagi habis. Dan nanti tidak akan terjadi lagi di wilayah kita. Ini sudah kita lakukan sejak tahun 2025,” ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak 597 calon murid baru tidak lolos seleksi dalam SPMB program sekolah kemitraan. Pada tahun ajaran 2026, program tersebut menyediakan 5.004 kursi, namun baru terisi 3.662 siswa atau sekitar 73 persen.
Program sekolah kemitraan merupakan kebijakan Pemprov Jawa Tengah untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu melalui kerja sama dengan sekolah swasta.
Baca Juga: Ditjen Pesantren Resmi Dibentuk, Jadi Angin Segar Kesejahteraan Ustaz dan Santri di Batang
Pada 2026, program itu melibatkan 139 sekolah swasta, terdiri atas 56 SMA dan 83 SMK, dengan total daya tampung 5.004 siswa.
Selain sekolah kemitraan, Pemprov Jawa Tengah juga menjalankan kebijakan sekolah gratis di seluruh SMA negeri, SMK negeri, dan SLB negeri. Pada tahun ajaran 2026/2027, kuota sekolah gratis di ketiga jenjang tersebut mencapai 231.724 siswa atau sekitar 40,83 persen dari total lulusan SMP sederajat di Jawa Tengah.
Melalui kombinasi sekolah gratis di sekolah negeri dan program kemitraan dengan sekolah swasta, Pemprov Jawa Tengah menargetkan semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh hak atas pendidikan tanpa terkendala biaya. (dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto