Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Perbandingan Motor Kelas Menengah Atas, Forza 250 dan ADV 350

Adityo Dwi Riyantoto • Kamis, 9 Juli 2026 | 11:15 WIB

 

Forza 250 vs adv 350
Forza 250 vs adv 350

 

METROPEKALONGAN.COM-  Kompetisi di pasar skuter matik (skutik) premium berbadan bongsor semakin memanas. Bagi para pencinta roda dua yang sedang mengincar motor kelas menengah atas buatan pabrikan berlogo sayap mengepak, Honda menyajikan dua opsi yang sangat menarik namun memiliki DNA yang bertolak belakang: Honda Forza 250 dan Honda ADV 350.

PT Astra Honda Motor (AHM)  mengukuhkan posisi Honda Forza sebagai ikon prestisius di segmen skuter matik besar.  Sementara  Honda ADV 350 adalah skutik petualangan berbodi besar yang ditenagai mesin 330cc eSP+. Diproduksi di Thailand, motor ini belum resmi masuk ke Indonesia melalui AHM

Bagi Anda yang bingung memilih, berikut ulasan lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan dari Honda Forza 250 vs Honda ADV 350.

HONDA FORZA 250: Sang Urban Cruiser yang Elegan

Honda Forza 250 merupakan representasi skutik premium perkotaan yang menawarkan kenyamanan kelas satu dengan fitur-fitur berteknologi tinggi.

Kelebihan Forza 250:

·  Desain Mewah & Eksklusif: Tampilannya sangat kental dengan aura executive scooter berkat lekukan bodi yang tajam sekaligus elegan.

·  Windscreen Elektrik Otomatis: Menjadi salah satu fitur paling dijagokan di kelasnya, ketinggian windscreen bisa diatur secara elektrik hanya dengan menekan tombol di setang.

·  Ergonomi Ramah Pengendara Indonesia: Memiliki tinggi jok yang lebih rendah, yaitu 780 mm. Angka ini membuatnya lebih ramah kaki (flat-foot) bagi postur rata-rata pengendara tanah air saat berhenti di kemacetan.

·  Pajak & Regulasi Lebih Bersahabat: Berkapasitas murni 250 cc, motor ini terbebas dari jerat Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) di Indonesia yang tinggi, membuat biaya kepemilikan dan pajaknya jauh lebih rasional.

Baca Juga: Melon Premium Kirana dan Dalmatian Siap Dikembangkan, Pemkot Pekalongan Dorong Pertanian Perkotaan Produktif

Kekurangan Forza 250:

l Tenaga Mesin Terbatas: Dengan mesin eSP+ 250 cc, Forza memproduksi daya sekitar 22-23 Hp dan torsi 23,4 Nm. Cukup untuk harian, namun kalah jauh jika dibandingkan dengan ADV 350 yang berkapasitas lebih besar.

l Karakter Suspensi & Jok Agak Keras: Beberapa ulasan pengguna mencatat bahwa busa jok bawaan terasa sedikit kaku untuk durasi berkendara jangka panjang.

l Harga Relatif Tinggi di Kelasnya: Karena berstatus utuh diimpor (CBU), harganya tergolong premium di atas rival-rival lokal sekelasnya.  

HONDA ADV 350: Penjelajah Crossover Tanpa Batas

Mengambil inspirasi dari sang legenda Honda X-ADV, ADV 350 adalah monster komuter yang siap membawa Anda keluar dari zona nyaman jalanan aspal rata.

Kelebihan ADV 350: 

l Performa Mesin Superior: Dipersenjatai mesin eSP+ 330 cc, ADV 350 memuntahkan tenaga impresif sebesar 28,8 Hp dan torsi melimpah mencapai 31,5 Nm. Akselerasi awal dan kemampuan menyalip di jalan menanjak jauh lebih bertenaga.

l Kaki-kaki Tangguh & Mewah: Dilengkapi suspensi depan Upside Down (USD) berukuran 37 mm dan suspensi belakang ganda dengan tabung cadangan (remote reservoir) lansiran Showa. Kombinasi ini menawarkan peredaman superior di jalan rusak.

Baca Juga: Borobudur Marathon 2026, Targetkan Perputaran Ekonomi Rp100 Miliar

l Kemampuan All-Terrain: Menggunakan ban bermotif blok semi-tahu (block-pattern tyres) dengan ground clearance tinggi (145 mm). Hal ini membuatnya andal untuk menjelajah jalur non-aspal ringan.

l Teknologi Canggih: Dibekali panel meter digital TFT 5 inci yang sudah terintegrasi fitur konektivitas Honda RoadSync (perintah suara dan navigasi).

Kekurangan ADV 350: 

l Jok Tinggi & Bodi Lebar: Tinggi joknya mencapai 795 mm ditambah dengan profil bodi dan setang fatbar yang lebar. Pengendara dengan tinggi di bawah 170 cm dipastikan harus sedikit berjinjit.

l Isu Regulasi Pajak (PPnBM) di Indonesia: Karena kubikasinya di atas 250 cc, motor ini terkena regulasi barang mewah di Indonesia. Dampaknya, jika masuk melalui importir, harganya melambung tinggi ke kelas Big Bike (Moge).

l Kenyamanan Angin di Kecepatan Tinggi: Windscreen bawaannya masih disetel secara manual (belum elektrik) dan proteksi anginnya tidak semaksimal milik Forza yang dirancang khusus untuk membelah angin highway.

Baca Juga: Kejar Target Luas Tambah Tanam, Pemkot Pekalongan Salurkan Alsintan untuk Ringankan Biaya Produksi Petani

Pertarungan ini sebenarnya bukan tentang siapa yang terbaik, melainkan ke mana Anda akan membawa motor tersebut berkendara. Pilih Honda Forza 250 jika prioritas Anda adalah kemewahan berkendara di perkotaan, kenyamanan komuter harian, aspek legalitas pajak yang aman, serta fungsionalitas berkendara santai.

Jika  Honda ADV 350,  Anda mendambakan performa mesin yang galak, hobi melakukan touring jarak jauh membelah berbagai kondisi jalan, dan menyukai tampilan gagah layaknya motor petualang sejati. (dit)

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#honda adv 350 #honda forza 250 #trend otomotif #big bike honda #trend motor