Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

507 Nelayan Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi 

Adityo Dwi Riyantoto • Kamis, 9 Juli 2026 | 16:47 WIB

 

BBM SUBSIDI : Sebanyak 507 nelayan mengajukan rekomendasi pembelian BBM Bersubsidi kepada Dinas Perikanan Kota Semarang. (FOTO: NURCHAMIM/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
BBM SUBSIDI : Sebanyak 507 nelayan mengajukan rekomendasi pembelian BBM Bersubsidi kepada Dinas Perikanan Kota Semarang. (FOTO: NURCHAMIM/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

 

METROPEKALONGAN.COM, Semarang- Sebanyak 507 nelayan yang tergabung dalam 20 Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kota Semarang telah mengajukan rekomendasi pembelian BBM Bersubsidi kepada Dinas Perikanan Kota Semarang.

Dari data yang ada, jumlah nelayan di Kota Semarang mencapai 765 orang. Sehingga masih ada 258 nelayan yang belum mengajukan rekomendasi BBM bersubsidi. "Yang sudah mengajukan sebanyak 507 orang dari 20 KUB, Nah, ini BBM yang sudah dibelanjakan ada 769.943 liter. Sisanya 258 nelayan belum mengajukan," kata Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang Soenarto Rabu (8/7/2026).

Adapun nelayan yang belum mengajukan rekomendasi, kata dia, sebagian masih melengkapi dokumen persyaratan. Ada pula nelayan yang sedang melakukan proses perbaikan kapal.

Setelah persyaratan lengkap, Dinas akan  menerbitkan surat rekomendasi yang berlaku selama satu bulan. Surat inilah yang kemudian digunakan untuk membeli BBM bersubsidi di SPBU sesuai kuota yang tercantum dalam rekomendasi. "Kebutuhan satu nelayan mencapai 1.250 liter solar per bulan," bebernya.

Baca Juga: Puluhan Kapal Nelayan Roban Timur Gelar Sedekah Laut, Wujud Syukur Tangkapan Melimpah

Dia menerangkan, jumlah nelayan terbanyak yang mendapatkan kouta BBM bersubsidi adalah di Kawasan Tambak Lorok dan sekitarnya. Sementara untuk nelayan yang ada di wilayah barat seperti Mangunharjo dan Mangkang Wetan, kebanyakan dari mereka menggunakan gas elpiji dan pertalite.

Rahmat, salah satu nelayan di Mangunharjo Tugu, mengaku tidak menggunakan BBM jenis solar untuk mencari ikan. Di wilayahnya kapal nelayan berjenis sopek atau kapal kecil yang menggunakan mesin-mesin kecil. "Kebanyakan pakai bensin dan gas Elpiji yang sudah dilakukan konversi, jadi kami tidak begitu terimbas," jelas dia. (den/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#nelayan semarang #nelayan pantura #bbm subsidi #jawa tengah #kota semarang