Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bupati Etik Suryani Terjaring OTT KPK, Gubernur Luthfi : Ikan Itu Busuknya dari Kepala

Adityo Dwi Riyantoto • Jumat, 10 Juli 2026 | 11:56 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

 

METROPEKALONGAN.COM, Jakarta- Respon Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi,  terkait Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan sejumlah ASN yang diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT). Mengaku prihatin dan mendukung kegiatan apa yang dilakukan oleh KPK. 

 "Equality before the law, semua sama di muka hukum. Tidak peduli itu yang melakukan objeknya siapa yang melakukan, Jadi saya dukung sekali kegiatan ini dan saya hanya mengharapkan tolong semua pejabat di level apapun untuk betul-betul menerapkan adanya clear dan good government," ungkap Luthfi usai menghadiri acara Konferensi Nasional Kusta di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Luthfi juga menegaskan soal prinsip semua sama di mata hukum. Ia turut berharap para pejabat dapat menerapkan pemerintahan yang bersih dan baik.

 "Equality before the law, semua sama di muka hukum. Tidak peduli itu yang melakukan objeknya siapa yang melakukan, Jadi saya dukung sekali kegiatan ini dan saya hanya mengharapkan tolong semua pejabat di level apapun untuk betul-betul menerapkan adanya clear dan good government," sambungnya.

 Luthfi menyebut dirinya sudah kerap kali menyampaikan soal pemerintahan yang baik dan bersih berangkat dari pemimpinnya. Ia juga berujar bahwa pemimpin semestinya harus menjadi contoh.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Siap Jadikan CNG Solusi Energi Pengganti Elpiji

"Saya sudah berulang-ulang kali menyampaikan untuk menciptakan clear dan good government itu berangkatnya adalah dari pimpinannya. Jadi ikan itu busuknya dari kepala. Artinya kita harus memberikan suatu contoh suri tauladan untuk clear dan good government dalam setiap kegiatan," ujar Luthfi.

"Baik itu terkait dengan jabatan, baik itu terkait dengan penggunaan anggaran, baik itu pertanggungjawaban dinas itu harus transparan dan akuntabel," imbuhnya.

Lebih lanjut, Luthfi menegaskan jika pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tidak akan terganggu dengan adanya OTT KPK. Sementara terkait penunjukan pelaksana tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, pihaknya masih menunggu kekuatan hukum tetap.

"Dengan adanya OTT di wilayah Sukoharjo kemarin, saya nanti akan perintahkan dinas kita, kita pastikan pelayanan publik di wilayah Sukoharjo harus tetap berjalan. Dinas-dinas enggak boleh terganggu, pelayanan pemerintahan tidak boleh terganggu," pungkasnya (dit)

 

 

 

 

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#kabupaten sukoharjo #bupati sukoharjo #Etik Suryani #operasi tangkap tangan (OTT) #Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)