METROPEKALONGAN.COM. Semarang- Liburan sekolah dimanfaatkan puluhan anak untuk mengikuti kegiatan edukatif di Omah Alas, Desa Wisata Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kamis (9/7/2026).
Sebanyak 35 peserta tingkat TK hingga SD mengikuti kegiatan mewarnai topeng yang dipadukan dengan permainan tradisional seperti egrang, gobak sodor, hingga bakiak. Sejenak mereka meninggalkan gawai agar bisa bersenang-senang.
Pantauan di lokasi, suasana berlangsung meriah sejak pagi. Anak-anak tampak serius menggoreskan kuas ke permukaan topeng putih yang telah disiapkan panitia.
Sesekali mereka berdiskusi dengan pendamping mengenai pilihan warna agar hasil lukisan terlihat lebih menarik. Setelah sesi mewarnai selesai, peserta diajak mengikuti senam bersama dan mencoba berbagai permainan tradisional di area Omah Alas. Seperti egrang, gobak sodor, dan bakiak.
Salah satu peserta, Chelsea, siswi yang akan naik ke kelas 2 SD asal Pudakpayung, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. "Senang," ujarnya singkat saat ditanya kesannya mengikuti kegiatan.
Ia mengatakan baru pertama kali mewarnai topeng. Menurutnya, bagian paling sulit adalah mewarnai bibir. "Karena kuas beberapa kali keluar dari garis," jelasnya.
Hal serupa disampaikan Muhammad Faisal Said Ra'id yang akan naik ke kelas 3 SD. Ia juga mengaku baru pertama kali melukis topeng. "Senang," katanya ketika ditanya perasaannya mengikuti kegiatan.
Bagian mulut menjadi tantangan tersulit saat proses pewarnaan. Meski demikian, ia merasa pengalaman tersebut menjadi hal baru selama liburan sekolah.
Peserta lainnya, Najma, siswi kelas 1 SD, juga mengaku belum pernah mengikuti kegiatan mewarnai topeng. "Tidak sulit, enak," ucapnya mengenai aktivitas yang diikuti. Baginya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru yang menyenangkan.
Salah seorang orang tua peserta, Putu, warga Banyumanik, menilai kegiatan tersebut menjadi alternatif positif untuk mengisi liburan sekolah. "Acara kayak gini seru. Aktivitas yang menarik bukan cuma untuk anak-anak, tapi orang tua juga," tuturnya.
Baca Juga: Dinarpus Kota Pekalongan Tarik Minat Anak Berliterasi Lewat Program Liburan Seru
Menurutnya, kegiatan mewarnai topeng memberi ruang bagi anak untuk bereksperimen dan berkreasi. "Selain itu, permainan tradisional seperti egrang, gobak sodor, dan bakiak membuat anak-anak lebih aktif bergerak serta bersosialisasi," tandasnya.
Pengelola Omah Alas Kandri, Wakhid, menjelaskan, kegiatan mewarnai topeng sengaja digelar menjelang berakhirnya masa liburan sekolah. "Yang diajarkan pertama adalah pengenalan warna, warna primer, sekunder, sampai teknik menggunakan kuas," jelasnya.
Selain mengenalkan Omah Alas sebagai pusat pelestarian budaya dan permainan tradisional. Kegiatan tersebut juga memberikan edukasi dasar mengenai seni rupa kepada anak-anak. (fgr/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto