Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Berkas Korupsi Bupati Pekalongan Dillimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang 

Adityo Dwi Riyantoto • Kamis, 16 Juli 2026 | 16:38 WIB

 

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menggunakan rompi tahanan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menggunakan rompi tahanan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

 

METROPEKALONGAN.COM, Semarang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Hal ini dikonfirmasi Juru Bicara Pengadilan Negeri Semarang, Hadi Sunoto.

"Iya dari KPK sudah dilimpahkan hari ini Kamis pukul 13.00," ujarnya dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (16/7/2026).

Ia menyebut ada tiga hakim yang akan menyidangkan kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2023–2026 tersebut. 

"Yang menyidangkan ada tiga, Dr. Rightmen Ms Situmorang, Dr Emma Ellyani, Dr. Arief Noor Rokhman," ucap dia. 

Lebih lanjut Hadi menyatakan, jadwal sidang telah ditentukan. Nanti pada Kamis 23 Juli mendatang akan digelar sidang perdana.

"Sudah dijadwalkan Kamis 23 juli 2026 jam 13.00 WIB sidang pembacaan dakwaan," pungkasnya.

Baca Juga: KPK Sita Aset Fadia Arafiq Berupa Tanah hingga Toko Waralaba

Untuk diketahui, Fadia Arafiq menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2023–2026. 

Bupati diduga meraup keuntungan miliaran rupiah, uang itu mengalir ke keluarganya. Modus dilakukan dengan Keluarga Fadia dengan mendirikan perusahaan yang kemudian memenangkan dan mendominasi proyek outsourcing di Pemkab Pekalongan.

Dari total kontrak yang cair, hanya sebagian kecil yang dibayarkan ke pekerja. KPK mengungkap bahwa dana hasil korupsi tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi dan dialirkan ke keluarganya hingga Rp 19 miliar. Aksi itu yang merugikan negara hingga Rp24 miliar. (ifa/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sidang Fadia Arafiq Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pengadilan tipikor semarang Fadia Arafiq bupati pekalongan