METROPEKALONGAN.COM, Semarang- Paman korban peristiwa kecelakaan kereta api Peti Kemas diperlintasan palang pintu Kokrosono, Pindrikan Semarang Tengah akhirnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang.
Korban adalah Rujito, 45, warga Kaliasin, Kuningan, Semarang Utara. Korban menghembuskan nafas terakhirnya saat menjalani perawatan medis, akibat luka parah bagian kepala.
Luka tersebut dialami Rujito dalam peristiwa tertabrak api saat mengendarai motor memboncengkan dua keponakannya, untuk diantar sekolah di SDIT Al Qalam, Ngemplak Simongan, Semarang Barat, pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 06.50.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang AKP Untung mengatakan masih melakukan pemeriksaan saksi dalam kejadian tersebut.
"Iya, saya juga mendapat informasi dari rumah sakit," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (20/7/2026).
Ketua RT setempat, Tri Priyanto juga menyebut korban Rujito meninggal sesaat menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang sekitaran pukul 12.30. Namun, saat itu masih berada di rumah sakit.
"Korban meninggal jadinya dua orang, apakah Rujito dan keponakannya (Hafizh Raihan Ali) Memang pas kecelakaan itu kondisinya kritis," katanya.
Disisi lain, korban selmat dikabarkan masih menjalani perawatan medis di RSUP dr Kariadi Semarang. Namun kondisinya sudah sadar.
"Kondisi masih dalam penanganan di rumah sakit. Kabarnya, sudah dalam kondisi sadar, sudah bisa diajak komunikasi. Tinggal nunggu Rontgen," ujarnnya.
Tempat tinggal Rujito bersebelahan dengan rumah keponakannya.
"Jadi dua anak SD yang diboncengkan Rujito itu semuanya keponakannya. Kadang orangtuanya yang mengantar. Kebetulan hari ini orangtuanya ada kegiatan, jadi diantar sama Pakdenya," pungkasnya. (mha/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto