METROPEKALONGAN.COM, Semarang- Harga ayam potong di Kota Semarang kembali merangkak naik seiring dimulainya kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan aktivitas sekolah.
Aktivitas di Rumah Potong Hewan (RPH) ayam Pasar Peterongan Semarang meningkat dibanding saat libur sekolah. Sejak pagi, puluhan pekerja sibuk menyembelih, membersihkan, hingga menyiapkan ayam untuk dikirim ke pedagang, rumah sakit, restoran, dan pelanggan lainnya.
Salah satu pengelola RPH Pasar Peterongan, Budi Santoso, mengatakan kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan setelah sekolah kembali aktif dan MBG mulai berjalan. Di sisi lain, harga ayam hidup dari peternak juga naik mengikuti harga acuan pemerintah yang kini berada di kisaran Rp31 ribu per kilogram.
"Kalau harga ayam hidup naik, otomatis harga jual ayam potong juga ikut naik," ujarnya.
Ayam yang dipotong di RPH tersebut didatangkan dari Boja, Gunungpati, Karangawen, hingga Solo dan sekitarnya. Selanjutnya dipasarkan ke pedagang Pasar Peterongan, rumah sakit, restoran, serta masyarakat umum.
Baca Juga: Perampok Apes Gagal Rampok Toko Emas di Taman Pemalang, Kabur Dipergoki Warga dan Diringkus Polisi
Meski harga naik, volume penjualan masih stabil. Bahkan permintaan mulai meningkat dibanding saat libur sekolah.
"Permintaan sekarang sudah mulai ramai lagi," tambah Budi.
Kenaikan harga mulai dirasakan masyarakat. Tri Wahyuni, warga Lamper Mijen, mengatakan harga ayam yang biasa dibelinya naik dari kisaran Rp26 ribu–Rp27 ribu menjadi sekitar Rp33 ribu per kilogram.
"Naiknya memang tidak banyak, tapi tetap terasa. Bumbu dapur juga ikut naik," keluhnya.
Pembeli lain, Yani, juga merasakan hal serupa. Saat libur sekolah ia masih membeli ayam seharga Rp27 ribu per kilogram. Kini harganya mencapai Rp34 ribu per kilogram.
"Kemarin masih Rp27 ribu, sekarang sudah Rp34 ribu. Semoga bisa turun lagi," katanya.
Yuni, pembeli lainnya, menilai penurunan harga saat libur sekolah hanya berlangsung singkat. Setelah kegiatan belajar mengajar kembali normal dan MBG bergulir, harga ayam kembali naik.
Tak hanya daging ayam, harga telur ayam ras ikut meroket. Pada masa liburan sekolah dan MBG berhenti, harga satu kilogram telur ayam ras sempat turun hingga Rp 20.000 per kilogram. Kini sudah tak bisa lagi mendapatkan harga seperti itu.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kota Semarang pada Senin (20/7), harga telur ayam ras di angka Rp 25.300 per kilogram. Di hari yang sama, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang mencatat satu kilogram telur ayam ras seharga Rp 26.000.
Masyarakat berharap kenaikan harga tidak berlangsung lama agar daya beli tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga. (fgr/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto