METROPEKALONGAN.COM, Semarang- Sejumlah Petugas lapangan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang melakukan pembersihan tumpukan sampah rumah tangga dan sedimen yang menutupi saluran drainase di kawasan Tambak Mulyo, Kecamatan Semarang Utara. Kondisi tersebut dinilai menghambat aliran air, terlebih setelah ditemukannya genangan saat peninjauan lapangan beberapa waktu lalu.
Petugas lapangan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Kristiyantoro, menjelaskan persoalan utama bukan hanya endapan di dasar saluran, tetapi juga tumpukan sampah yang menutup bagian atas drainase. Jika sampah di permukaan tidak dibersihkan, normalisasi saluran di bagian bawah tidak akan berjalan optimal.
"Tim membersihkan sampah yang berada di atas maupun di dalam saluran. Tujuannya agar aliran air kembali lancar," ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil peninjauan lapangan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng yang menemukan kebocoran parapet sheet pile milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Selain itu, ditemukan sejumlah titik genangan karena air tidak dapat masuk ke saluran akibat tertutup sampah plastik dan limbah rumah tangga.
Sementara itu, warga sekaligus nelayan setempat, Subowo, menilai persoalan rembesan air rob tidak cukup diselesaikan dengan meninggikan jalan. Menurutnya, solusi yang lebih efektif adalah menyediakan jalur khusus bagi aliran air.
"Air itu harus dibuatkan jalan. Kalau tidak dibuatkan saluran, air akan mencari jalannya sendiri dan akhirnya menerobos ke mana-mana," katanya.
Menurut Subowo, rembesan air saat ini semakin besar. Ketika rob tinggi datang, kawasan RW 13 hingga RW 15 di Tambak Mulyo hampir seluruhnya tergenang. "Kalau ada saluran yang jelas, air bisa langsung mengalir ke pompa. Jadi tidak perlu terus-terusan meninggikan jalan," tandasnya. (fgr/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto