METROPEKALONGAN.COM, Semarang- Ratusan kendaraan roda dua berhasil terjaring razia balap liar yang dilakukan oleh Polsek Pedurungan Kota Semarang. Razia tersebut dilakukan hampir dua pekan di tiga titik yang selama ini menjadi lokasi rawan balap liar.
Kapolsek Pedurungan Kompol Navy menjelaskan razia tersebut dilakukan dengan cara patroli ke titik-titik rawan. Diantaranya kawasan Penggaron-Plamongan, Jalan Arteri Soekarno-Hatta hingga perbatasan Gayamsari, serta wilayah Muktiharjo Kidul. Kegiatan berlangsung mulai pukul 20.00 hingga sekitar pukul 02.00–03.00 WIB.
Mayoritas pengendara yang terjaring merupakan anak di bawah umur berusia 14 hingga 16 tahun. "Dari hasil patroli, sejauh ini belum ada penemuan barang bukti senjata tajam maupun narkoba, dalam jok motor juga tidak ada," tegasnya.
Namun, fakta lain yang menjadi perhatian adalah sebagian besar pelaku masih anak di bawah umur. Mirisnya, mereka mengaku kepada orangtuanya untuk keluar rumah dan membawa motor dengan tujuan mengaji.
"Rata-rata usianya 14 sampai 16 tahun. Banyak yang mengaku kepada orang tuanya habis mengaji, bahkan masih mengenakan sarung dan kopiah saat kami amankan. Padahal jam mengaji seharusnya sudah selesai jauh lebih awal," bebernya.
Navy juga menyebut, mayoritas pelaku diketahui berasal dari luar wilayah Pedurungan, seperti Mranggen dan Karanganyar, Kabupaten Demak. Sementara pelaku dari wilayah Pedurungan disebut sudah jauh berkurang setelah dilakukan pembinaan bersama tokoh masyarakat dan pemuda setempat.
"Awalnya hampir setiap malam Jumat dan malam Minggu selalu ada laporan. Sekarang sampai minggu ini sudah sangat menurun, bahkan hampir tidak ada laporan lagi," ujarnya.
Kapolsek menambahkan, patroli intensif selama hampir tiga bulan berdampak signifikan terhadap penurunan aksi balap liar maupun penggunaan knalpot brong. Hal itu terlihat dari menurunnya laporan masyarakat melalui aplikasi Libas.
"Meski begitu, kami tetap rutin melaksanakan patroli, razia secara humanis, dan memberikan edukasi melalui Bhabinkamtibmas bersama perangkat kelurahan agar balap liar tidak kembali muncul," jelasnya. (mha/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto