METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Langit senja di halaman Mapolres Pekalongan Kota, Rabu (29/7/2026), menjadi saksi sebuah perpisahan yang sarat emosi.
Menjelang azan Magrib berkumandang, tradisi pedang pora digelar untuk melepas AKBP Riki Yariandi yang mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Pekalongan Kota.
Di balik derap langkah para perwira dan jajaran anggota yang berjajar rapi, tersimpan rasa bangga, haru, sekaligus kehilangan atas sosok pemimpin yang selama lebih dari setahun menjadi bagian dari keluarga besar Polres Pekalongan Kota.
Prosesi diawali dengan penyambutan Kapolres Pekalongan Kota yang baru, AKBP Dies Ferra Ningtias, sebelum dilanjutkan pelepasan AKBP Riki Yariandi.
Sebelumnya, serah terima jabatan telah dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Tengah sebagai bagian dari mutasi dan penyegaran organisasi di lingkungan Polri. Selanjutnya, AKBP Riki dipercaya mengemban amanah baru sebagai Kapolres Lumajang, Polda Jawa Timur.
Baca Juga: Jateng Jadi Provinsi Pertama Terapkan Pendidikan Koperasi di Sekolah, Kota Pekalongan Siap Dukung
Dalam sambutan perpisahannya, AKBP Riki tak mampu menyembunyikan rasa cintanya kepada Polres Pekalongan Kota.
Dengan suara bergetar, ia mengaku memiliki kebanggaan tersendiri pernah menjadi bagian dari institusi tersebut sejak pertama kali menginjakkan kaki pada 17 April 2025.
"Yang ingin saya sampaikan pada acara kali ini adalah rasa hormat dan bangga saya berada di tengah-tengah keluarga besar Polres Pekalongan Kota. Tempat ini sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya sejak 17 April 2025 hingga hari ini," ungkapnya.
Ia mengaku datang ke Kota Pekalongan dengan harapan besar untuk mengabdi kepada masyarakat.
Kini, saat harus melanjutkan tugas di tempat baru, ia membawa banyak kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.
Baca Juga: Guru Harus Terus Belajar, Dindik Kota Pekalongan Perkuat Kompetensi Fasilitator Program PINTAR 2026
Dengan penuh kerendahan hati, AKBP Riki juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh personel apabila selama memimpin masih terdapat kekurangan maupun kesalahan.
"Dari lubuk hati yang paling dalam, saya bersama keluarga memohon maaf atas segala kekhilafan selama memimpin Polres Pekalongan Kota," tuturnya.
Di balik ucapan perpisahan itu, terselip pesan yang menjadi harapan besarnya bagi seluruh anggota Polres Pekalongan Kota.
Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat harus terus dijaga dengan menjunjung tinggi profesionalisme, kemampuan beradaptasi, dan integritas.
"Saya bangga kepada kalian semua. Teruslah menjadi Bhayangkara sejati, tetap menjaga soliditas dan integritas agar Polres Pekalongan Kota tetap profesional, adaptif, memiliki integritas, dan dicintai oleh masyarakat," pesannya yang disambut tepuk tangan para anggota.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban tidak pernah lahir dari kerja individu. Seluruh personel, menurutnya, harus terus memperkuat kebersamaan dan kolaborasi.
"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Ketika kita solid, kompak, dan memiliki niat memberikan yang terbaik, Insyaallah akan ada jalan menghadirkan keamanan, keselamatan, dan kebahagiaan bagi masyarakat Kota Pekalongan," ujarnya.
Bagi AKBP Riki Yariandi, Polres Pekalongan Kota akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya, sementara pesan tentang profesionalisme, adaptif, integritas, dan kedekatan dengan masyarakat diharapkan terus hidup dalam setiap langkah anggota Bhayangkara di Kota Pekalongan.
Suasana haru semakin terasa ketika AKBP Riki beberapa kali terlihat menyeka air mata. Satu per satu anggota yang selama ini menjadi rekan seperjuangannya disalami dan dipeluk erat.
Tak sedikit personel yang ikut menahan haru saat melepas sosok pemimpin yang dikenal dekat dengan anggotanya.
Momen paling menyentuh terjadi saat AKBP Riki menyelesaikan prosesi pedang pora. Sesaat setelah melewati barisan pedang kehormatan, ia berhenti, kemudian bersujud syukur sebagai ungkapan rasa terima kasih atas amanah yang telah dijalankan di Kota Pekalongan.
Menjelang memasuki kendaraan dinas yang akan membawanya meninggalkan Mapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki kembali memeluk sejumlah pejabat utama. Salah satunya Kasatlantas Polres Pekalongan Kota AKP Andi Susanto.
"Tidak ada perpisahan di Polri, Ndan," ucap AKP Andi Susanto sambil berjabat tangan dan memeluk AKBP Riki.
Kalimat singkat itu seolah menjadi penutup yang menghangatkan suasana. Sebab bagi keluarga besar Polri, perpindahan tugas bukanlah akhir dari kebersamaan, melainkan kelanjutan pengabdian di tempat yang berbeda. (han/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com