Seorang taruna Akpol Meninggal Dunia Setelah Ditemukan Terjatuh Dari Lantai Tiga Gedung Hoegeng

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 17:03 WIB
Akademi Kepolisian (Akpol)  di Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang (ist)
Akademi Kepolisian (Akpol) di Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang (ist)

 

METROPEKALONGAN.COM, Semarang-Seorang taruna Akademi Kepolisian (Akpol) ditemukan meninggal, diduga loncat dari lantai tiga bangunan Gedung Hoegeng, Kompleks Akpol, Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB. Korban meninggal diketahui bernama AMM, taruna asal pengiriman dari Polda Papua Barat Daya.

Menurut informasi yang beredar, sebelum kejadian tersebut, awalnya sejak sore sekitaran 340 taruna dan taruni tengah menjalani rangkaian kegiatan pendidikan di Komplek lingkungan Akpol.

Usai kegiatan, seluruh peserta kembali ke Gedung Hoegeng untuk bersih diri, melaksanakan salat, makan malam, kemudian mengikuti apel pengecekan kekuatan sebagai persiapan pendidikan dasar di Magelang.

Pengecekan pertama setelah makan malam, seluruh taruna dinyatakan lengkap. Namun sekitar pukul 19.00, saat dilakukan pengecekan ulang, pengasuh mendapati satu taruna tidak berada di barisan, hingga langsung dilakukan pencarian.

Tiba-tiba, terdengar teriakan dari arah Gedung Hoegeng, sekitar pukul 19.45. 

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban terlihat berada di atas tembok pembatas lantai tiga gedung tersebut. Korban sempat kehilangan keseimbangan, kembali naik ke atas pembatas, kemudian diduga melompat hingga terjatuh ke bawah.

Korban yang diketahui menempati Kamar 37 di lantai tiga Gedung Hoegeng itu segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Akpol. Namun, tim medis menyatakan korban telah meninggal.

Baca Juga: Terungkap Tradisi Pemberian Uang Ulang Tahun, THR dan Akhir Tahun untuk Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Pihak kepolisian yang mendapat kabar ini langsung menuju lokasi melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna mengungkap penyebab pasti kejadian tragis ini. 

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Yulianto membenarkan adanya kejadian tersebut, Pihaknya juga menjelaskan, korban ditemukan di lingkungan Akpol dalam kondisi mengalami luka, atas kejadian tersebut sekitar pukul 19.30. 

"Memang benar tadi malam kurang lebih jam 19.30 almarhum ini ditemukan di lingkungan Akpol dalam kondisi luka. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Akpol untuk dilakukan penanganan secara medis. Namun yang bersangkutan tidak bisa tertolong dan kemudian dinyatakan meninggal," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (31/7/2026).

Pihaknya juga menyebut, korban berinisial AMM, usianya 19 tahun. Korban ini sebenarnya adalah dalam rangka persiapan untuk melaksanakan latihan integrasi yang ada di Magelang.

"Iya, baru. Jadi, mereka pendidikan minggu ini di Akpol. Kemudian setelah ini kan mereka akan bergabung dengan teman-temannya Taruna TNI yang ada di Magelang," katanya.

Pihaknya mengatakan, saat kepolisian sedang melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pastinya kejadian tersebut dengan menggali keterangan pihak-pihak yang menemukan, atau mengetahui kejadian ini. 

"Jadi, nanti kan belum tahu yang bersangkutan kenapa bisa ditemukan dalam kondisi jatuh itu. Sementara masih dalam pendalam menggali keterangan dari teman-teman korban, termasuk, yang kemudian berinteraksi dengan korban," ujarnya.

Menanggapi terkait luka yang menyebabkan kematian korban, Kombes Yulianto menyebut hal tersebut tentunya dari pihak medis.

"Itu perlu pemeriksaan secara mendalam oleh medis. Sementara saya belum mendapatkan keterangan dari tim dokter yang menangani," katanya.

Baca Juga: OPD Kabupaten Pekalongan Ungkap Dugaan Pengondisian PT RNB, ASN Akui Ikut Arahan karena Takut Dimutasi Oleh Fadia Arafiq

Menurutnya, saat ini jenazah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Tengah untuk untuk dilakukan pemulasaran yang nantinya akan dibawa ke kembali dan dimakamkan oleh keluarganya yang ada di Makassar.

"Kami sampaikan juga sudah mendapatkan informasi dari keluarga korban, bahwa keluarga korban menerima hal ini sebagai musibah yang tentu saja ini mudah-mudahan tidak merepotkan siapa pun," katanya.

Pihaknya menambahkan, mewakili keluarga besar Polri mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum.

"Mudah-mudahan almarhum bisa diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, diampuni segala kesalahannya, dan keluarga bisa tabah menerima dengan eh ikhlas," pungkasnya. (mha/dit)

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
akpol semarang akademi kepolisian bunuh diri akpol kota semarang taruna akpol