707 Orang Keracunan MBG di Semarang, BGN Hentikan Operasional SPPG Karangturi

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 10:49 WIB
Ilustrasi Ai / Jawa Pos Radar Semarang
Ilustrasi Ai / Jawa Pos Radar Semarang

METROPEKALONGAN.COM, Semarang-Badan Gizi Nasional (BGN) menangani peristiwa keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan orang di Semarang.

Sebanyak 707 orang, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru diduga keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 6 Kota Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (31/7/2026).

Dari jumlah tersebut, 698 orang mendapatkan penanganan langsung di lokasi, sedangkan 9 orang dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu untuk menjalani observasi lebih lanjut.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjenguk korban di RS Bhakti Wira Tamtama. Dalam pertemuan itu, Sudaryono meminta sekolah terus mendampingi siswa serta berkomitmen melakukan perbaikan program MBG.

Selain itu, BGN juga memastikan biaya pengobatan para korban akan ditanggung.

"Beliau menitipkan anak-anak supaya dijaga. Juga menyampaikan komitmen memperbaiki MBG dan biaya rumah sakit akan ditanggung," ungkap Berti.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Mochammad Abdul Hakam mengatakan tidak ada tambahan kasus baru dan sebagian besar pasien telah pulih,kondisi para korban terus membaik.

Pasien yang sebelumnya dirawat di Puskesmas Halmahera sudah diperbolehkan pulang. Sementara pasien di RSD KRMT Wongsonegoro, RS Bhakti Wira Tamtama, dan sejumlah fasilitas kesehatan lain terus menunjukkan perkembangan positif.

"Seluruh proses perawatan berjalan optimal. Tim Gerak Cepat tetap kami siagakan sampai semua pasien dinyatakan sembuh," katanya.

Dinkes juga memastikan seluruh biaya pelayanan kesehatan ditanggung melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Setelah seluruh pasien pulih, hasil penanganan akan dilaporkan ke Kementerian Kesehatan melalui sistem SKDR MBG.

Baca Juga: Usai Santap Menu MBG, Ratusan Siswa SMKN 6 Semarang Melaporkan Mengalami Keluhan Kesehatan

Di sisi lain, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium. Hakam mengatakan pemeriksaan sampel makanan diperkirakan selesai sekitar tiga pekan lagi.

Berdasarkan data Dinkes Kota Semarang, jumlah warga sekolah yang mengalami dugaan keracunan mencapai 707 orang, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru.

Terpisah, Koordinator Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Jawa Tengah Hadi Riajaya membenarkan operasional SPPG Karangturi sebagai penyedia MBG untuk SMKN 6 Semarang telah dihentikan sementara.

"SPPG benar sudah di-suspend," ujarnya.

Menurut Hadi, investigasi lintas sektor masih berlangsung. Hasil pendalaman telah disampaikan kepada pimpinan pusat. Keputusan lanjutan akan diumumkan setelah evaluasi selesai.

sementara itu, Kepala SMKN 6 Semarang Berti Sagendra mengatakan kondisi seluruh siswa terus membaik. Sebagian diperkirakan sudah bisa pulang dalam satu hingga dua hari ke depan. Namun, beberapa pasien masih harus menyelesaikan terapi antibiotik sesuai anjuran dokter.

"Kecuali yang dirawat intensif di rumah sakit, mungkin ada yang hari ini boleh pulang. Ada juga yang harus menunggu Senin karena antibiotiknya harus dihabiskan dulu," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (2/8).

Berti menjelaskan, saat kejadian pada Jumat (31/7), sebanyak 42 siswa mendapat penanganan medis di sekolah. Dari jumlah itu, 13 siswa dirujuk untuk menjalani rawat inap.

Perkembangan pasien terus dipantau. Guru secara bergiliran datang ke rumah sakit untuk memberi dukungan kepada para siswa. Meski sempat tersisa delapan pasien pada Sabtu (1/8), dua siswa kembali dirujuk sehingga jumlah pasien rawat inap menjadi 10 orang.

"Sudah membaik. Kemarin tinggal delapan, tetapi hari ini ada dua anak lagi yang masuk sehingga menjadi 10," katanya.

Sekolah juga masih membuka posko pengaduan selama 24 jam. Mulai Senin (3/8), seluruh siswa diminta membawa bekal dari rumah karena layanan MBG dari SPPG Karangturi masih dihentikan sementara.

Menurut Berti, keputusan tersebut bukan sekadar menunggu hasil investigasi. Sekolah juga ingin memberi waktu bagi pemulihan psikologis para siswa yang masih takut mengonsumsi makanan dari program MBG.

"Kami minta dihentikan dulu saja supaya trauma anak-anak selesai lebih dulu," tegasnya. (kap/den/dit)

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Badan Gizi Nasional (BGN) Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono SMK Negeri 6 Kota Semarang Mochammad Abdul Hakam keracunan mbg