Jateng Bidik Investasi IKN, Mulai Dari sektor Furnitur, Perbankan, Hingga Pengembangan Sumber Daya Manusia

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 11:23 WIB
 Kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ke Otorita IKN diterima langsung Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, (ist)
 Kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ke Otorita IKN diterima langsung Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, (ist)

 

METROPEKALONGAN.COM, IKN -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperluas langkah strategis dengan membidik peluang investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Potensi industri dan ekonomi yang dijajaki mulai dari sektor furnitur, perbankan, penyediaan barang dan jasa, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Ahmad Luthfi menilai, pembangunan IKN membuka ruang besar bagi daerah untuk berkontribusi sekaligus memperluas peluang ekonomi. Karena itu, Jawa Tengah ingin mengambil bagian melalui berbagai potensi yang dimiliki.

“Misalnya Jepara yang sudah dikenal sebagai sentra furnitur. Saya ingin melihat apakah ada peluang kerja sama penyediaan furnitur dari Jawa Tengah untuk mendukung pembangunan di IKN,” kata Luthfi disela-sela Kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ke Otorita IKN, Kamis (6/8/2026). 

Menurutnya, peluang kolaborasi tidak hanya berada pada sektor furnitur. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menjajaki kerja sama melalui perangkat daerah, BUMD, termasuk sektor perbankan, hingga perguruan tinggi untuk mendukung kebutuhan pembangunan IKN yang masih terus berkembang.

“Intinya, Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan kawasan ibu kota baru beserta skema pendanaannya. Saat ini, pembangunan IKN didukung melalui APBN, skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, dan hibah.

Baca Juga: Jateng-Kaltim Kantongi Potensi Ekonomi Kerja Sama Rp20,2 Triliun di Berbagai Sektor

Realisasi investasi swasta yang telah masuk ke IKN tercatat mencapai Rp 74,54 triliun dari 67 investor. Sementara proyek melalui skema KPBU memiliki nilai mencapai Rp 134,25 triliun.

Basuki menyatakan, pihaknya terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembangunan IKN.

“Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” ujar Basuki.

Ia menambahkan, peluang sinergi tidak hanya terbatas pada investasi, tetapi juga mencakup penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan IKN, tetapi juga membuka pasar baru bagi pelaku usaha dan industri di Jawa Tengah, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. (dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono pemprov jawa tengah Otorita IKN Ahmad Luthfi