181 Kursi Roda Adaptif Disalurkan Pemprov Jateng

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:34 WIB
Pemprov Jateng menyerahkan kursi roda yang dirancang khusus untuk penyandang disabilitas (ist)
Pemprov Jateng menyerahkan kursi roda yang dirancang khusus untuk penyandang disabilitas (ist)
 

 

METROPEKALONGAN.COM, Semarang- Sebanyak 181 kursi roda adaptif yang dirancang khusus untuk penyandang disabilitas dan disesuaikan dengan postur tubuh penggunanya, diserahkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bantuan itu menjadi angin segar bagi para keluarga penerima manfaat untuk merawat buah hati mereka dengan lebih optimal.

Pemberian bantuan kursi roda adaptif tersebut merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah. Bantuan yang disalurkan meliputi 181 kursi roda adaptif, alat bantu kaki dan tangan palsu untuk 50 penyandang disabilitas, serta bantuan sosial lainnya.

Dari 181 kursi roda adaptif tersebut, sebanyak 61 unit diperuntukkan bagi penerima dari Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Demak, dengan penyerahan dipusatkan di Kantor Kecamatan Kota Kudus. Sementara itu, 120 unit lainnya diberikan kepada penerima di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang hadir dalam kegiatan tersebut menyapa para penerima satu per satu. Kepada para orang tua, ia berpesan agar tetap sabar dan kuat dalam mendampingi serta merawat anak-anak mereka.

“Yang sabar dan kuat, ya. Ini titipan Allah untuk kita. Saya tahu ini tidak mudah karena saya juga pernah mengalami. Saya merawat anak saya sampai sekarang, usianya sudah 20 tahun. Semoga bantuan ini bermanfaat,” tutur Luthfi saat berinteraksi dengan keluarga penerima, Kamis (13/8/2026). 

Menurutnya, penyandang disabilitas harus memperoleh perlakuan, akses, dan kesempatan yang sama. Dengan dukungan yang tepat, mereka diharapkan semakin percaya diri dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Tidak ada manusia yang lahir dalam kondisi yang sama. Karena itu, mereka harus kita perlakukan sama dengan kita, sehingga mereka lebih berdaya guna, memiliki daya saing, dan semakin percaya diri,” katanya.  

Baca Juga: Bank Jateng Ingin Jadi “Bank Sejuta Umat”, Salurkan Rp 279 Miliar ke 1.100 Debitur UMKM dan Rumah

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur mengatakan, kursi roda adaptif tidak dapat langsung diserahkan kepada penerima. Setiap anak terlebih dahulu menjalani pengukuran, perakitan, dan pengepasan agar kursi sesuai dengan bentuk serta kondisi tubuhnya.

“Hari ini kegiatannya adalah pengukuran, pengepasan, dan perakitan kursi roda bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” jelasnya.

Sebagian penerima merupakan anak dengan cerebral palsy yang mengalami kekakuan otot dan membutuhkan penyangga tubuh secara khusus. Kursi roda adaptif akan membantu mereka untuk duduk, makan, belajar, bermain, keluar rumah, serta berinteraksi dengan lingkungan secara lebih leluasa.

Pengadaan kursi roda tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemprov Jateng bersama Global Village Foundation Bali dan Wheelchairs For Kids Australia. Kedua lembaga tersebut turut membantu proses pengukuran, perakitan, dan penyesuaian kursi roda berdasarkan kondisi setiap penerima.

Salah seorang penerima bantuan, Sulistyowati mengatakan, kursi roda adaptif tersebut tidak sekadar menjadi alat bantu mobilitas, tetapi juga diharapkan mampu menopang tubuh anaknya dengan lebih baik.

“Harapan saya, tulang anak saya yang semula menekuk bisa menjadi lebih lurus. Dia memang membutuhkan kursi seperti ini,” kata Sulistyowati.

Ia mengaku senang anaknya mendapatkan bantuan tersebut. Kursi roda yang dibuat berdasarkan hasil pengukuran itu diyakini akan memudahkannya dalam merawat dan mendampingi sang anak menjalani aktivitas sehari-hari.

“Semoga ke depan semakin banyak bantuan seperti ini yang diberikan, sehingga kami yang membutuhkan bisa terbantu,” ujarnya.

Baca Juga: Aqila Kini Bisa Kuliah di Kedokteran Gigi, Berkat Program Beasiswa Santri Pemprov Jateng

Sementara itu, program bantuan alat bantu kaki dan tangan palsu bagi 50 penyandang disabilitas masih memasuki tahap pengukuran. Sebanyak 22 penerima menjalani pengukuran di Kantor Kecamatan Kota Kudus, sedangkan 28 penerima lainnya mengikuti kegiatan serupa di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Pendataan penerima dilakukan bersama kader sosial Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, serta dinas sosial kabupaten dan kota. Melalui pendataan tersebut, ditemukan anak-anak yang membutuhkan kursi roda adaptif dan belum pernah memperoleh bantuan serupa.

Pendampingan juga akan terus dilakukan setelah alat bantu diberikan. Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, dan terapis dilibatkan untuk mengedukasi orang tua mengenai terapi yang dapat dilakukan secara rutin di rumah. Seluruh penerima juga memperoleh paket sembako sebagai jaring pengaman sosial. (dit)

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah pemprov jateng jawa tengah Ahmad Luthfi Gubernur Ahmad Luthfi