METROPEKALONGAN.COM, Semarang - Guna mengantisipasi kebakaran di kawasan TPA Jatibarang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang menyiagakan delapan titik pipa injeksi air.
Pipa injeksi tersebut digunakan untuk mengantisipasi potensi api bawah permukaan (subsurface fire) pada timbunan sampah. Selain menyiapkan delapan titik injeksi, DLH juga melakukan sejumlah langkah teknis lain untuk mengurangi risiko kebakaran di kawasan TPA.
"Patroli secara berkala di zona yang dinilai rawan setiap empat hingga enam jam di seluruh zona rawan, didampingi penyiraman berkala oleh Tim Damkar Kota Semarang setiap dua hari sekali serta penyediaan sistem on-call dengan response time di bawah 15 menit," kata Kepala DLH Kota Semarang Glory Nasarani Senin (17/8).
Glory enjelaskan, selain mitigasi dilakukan melalui flaring gas metana setiap hari, penyemprotan biodekomposer, serta penutupan tanah (soil cover) secara bertahap pada zona aktif dan pasif. Kondisi kawasan juga dipantau menggunakan drone.
Untuk mendukung penanganan awal apabila muncul titik api, DLH menyiapkan cadangan air sekira 230 meter kubik. Mobil tangki TPA, pompa portabel, selang air, dan alat pemadam api ringan (APAR) juga ditempatkan dalam kondisi siap digunakan.
Glory menyebut, terdapat empat kejadian titik api yang muncul usai Apel Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Kebakaran TPA Jatibarang Juli lalu. Titik api berada di dalam maupun sekitar kawasan TPA. "Empat kejadian titik api ditangani secara cepat berkat kolaborasi petugas TPA, Damkar, kelurahan, TNI, Polri, hingga warga sekitar. Dukungan logistik air serta armada tangki dan APAR di lokasi juga siap melakukan penanganan awal," jelasnya.
Di sisi lain, DLH melakukan sosialisasi kepada pengemudi truk sampah, pemulung, pengepul, dan peternak yang beraktivitas di kawasan TPA.Sosialisasi mencakup larangan merokok dan imbauan agar tidak membuat perapian yang berpotensi memicu kebakaran. (den/ton)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto