METROPEKALONGAN.COM, Kajen- Pesinden dan penyanyi dangdut/campursari muda asal Kota Kediri, Dimas Niken Salindry atau akrab disapa Niken Salindry akan mengibur warga Kabupaten Pekalongan dalam Perayaan Hari jadi ke-404. Tak sekadar menyajikan pesta rakyat. Juga menghadirkan acara berbalut kebudayaan. Salah satunya melalui pagelaran wayang kulit dengan lakon Semar Mbangun Kayangan, dengan dalang Ki Purbo Asmoro.
Penampilan Niken Salindri, bakal membawakan beberapa lagu daerah dan hits populer. Kegiatan tersebut diharapkan bisa menjadi ruang hiburan sekaligus mendekatkan masyarakat dengan kesenian tradisional.
"Kami berharap masyarakat menyaksikan. Kami mengundang seluruh masyarakat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman
Ia menambahkan, rangkaian Hari Jadi ke-404 sudah berjalan sepekan terakhir dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pekalongan. Puncak rangkaian, akan ditandai dengan pembukaan Pekan Raya Kajen (PRK), Selasa (25/8/2026) kemarin.
Pembukaan PRK 2026 turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0710/Pekalongan, perwakilan Kajari dan Pengadilan Agama, Sekda beserta jajaran, para kepala OPD, Ketua TP PKK, serta panitia Hari Jadi Kabupaten Pekalongan.
“Kita sama-sama bisa memulai langkah yang saya kira sangat membawa manfaat bagi perkembangan UKM-UMKM yang ada di Kabupaten Pekalongan. Berbagai kreativitas pelaku-pelaku usaha UMKM, UKM, pengusaha berbagai macam aneka ragam, dari mulai pakaian jadi, aneka kuliner, pelayanan, dan seterusnya, sampai kemudian hiburan untuk anak-anak hari ini tumplek yang akan kita selenggarakan sampai tanggal 30 Agustus nanti,” kata Sukirman.
Ia berharap seluruh pelaku usaha yang mengikuti PRK mendapatkan manfaat dan peningkatan omzet selama kegiatan berlangsung, “Semoga semuanya laris manis. Semuanya dagangannya laku, dan masyarakat daya belinya semakin meningkat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sukirman menekankan pentingnya keberlanjutan pengembangan UMKM setelah PRK berakhir. Ia meminta sentra-sentra ekonomi di berbagai wilayah, seperti Kajen, Kedungwuni, Kesesi, hingga kawasan kuliner di Desa Paninggaran, terus ditata dan dikembangkan.
“Semuanya harus kita toto (tata), dan yang tidak kalah penting adalah saya tentu saja bertekad ingin memperbaiki regulasi, memperbaiki aturan main, termasuk kemudian pameran atau Pekan Raya Kajen pada sore hari ini,” tegasnya. (dit)