Suami dan anak Fadia Arafiq, Kompak Bela Sang Ibu

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:46 WIB
Muktaruddin Ashraff Abu (baju putih), dan M Sabiq Asraff (batik biru) menjadi saksi Bupati nonaktif Pekalongan, Fadia Arafiq di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (28/8/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Muktaruddin Ashraff Abu (baju putih), dan M Sabiq Asraff (batik biru) menjadi saksi Bupati nonaktif Pekalongan, Fadia Arafiq di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (28/8/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

 

METROPEKALONGAN.COM, Semarang- Suami Bupati nonaktif Pekalongan, Fadia Arafiq, Muktaruddin Ashraff Abu membantah jika dirinya turut menikmati aliran dana perusahaan outsourcing PT Raja Nusantara Berjaya (RNB).

Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan diperiksa sebagai saksi dalam  kasus gratifikasi dan proyek pengadaan outsourcing  orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan itu. Selain suami Fadia, sang anak  Sabiq Ashraff dalam keterangannya juga membahtah bahwa PT RNB tidak ada kaitannya dengan Fadia Arafiq.

Ashraff hadir mengenakan kemeja putih lengan pendek. Dalam kesaksiannya ia mengaku tak tahu anaknya, Sabiq mendirikan perusahaan outsourcing PT Raja Nusantara Berjaya (RNB).

Bahkan ia juga tidak mengetahui namanya dimasukkan sebagai komisaris. Termasuk aliran dana, ia menyebut tidak turut menikmati.

"Lillahi taala satu perak saya enggak pernah dapat dan enggak pernah ikut apapun. Silakan diperiksa. Tapi tanpa sepengetahuan saya, anak saya ikut outsourcing yang bagi saya itu adalah bisnis receh, ya, yang enggak ada untung sama sekali tapi membuatkan istri saya dipenjara. Ya, itu saya sangat kesal sekali," kata dia di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga: Ajudan Fadia Arafiq ,Aji Setiawan Mengakui Beberapa Kali Menerima Titipan Uang

Ia mengaku bingung karena ketika istrinya diamankan tidak ada barang bukti uang sedangkan judulnya adalah operasi tangkap tangan.

Asraff kemudian mengungkit ketika istrinya bahkan membantu sang anak, Sabiq membayar pekerja-pekerja outsourcing.

"Jadi, kalau ada orang bilang istri saya dapat keuntungan dari outsourcing yang yang menurut saya nothing kalau outsourcing dengan uang yang kami ada gitu. Itu saya pikir ya saya enggak tahu kesalahannya itu dari mana," terang dia.

Soal keterlibatannya dalam PT tersebut, ia tidak tahu dijadikan sebagai komisaris karena hanya merasa meminjamkan modal saja. Dokumen pendirian PT RNB yang dibawa oleh orang dari notaris, ia mengaku tidak membaca dokumen tersebut karena percaya kepada anaknya.

 

"Saya nggak tahu soal komisaris atau apa, saya nggak ngerti. Saya pernah didatangi notaris dan Anggi (staff keuangan PT RNB), minta tanda tangan katanya permintaan Sabiq. Saya tidak baca, saya nggak tahu apa-apa karena saya percaya sama anak saya, saya tanda tangan saja," ucapnya.

Sepengetahuannya, PT RNB bergerak di bidang usaha yang berkaitan dengan bus, truk, dan material. Ia mengaku terkejut ketika tahu perusahaan anaknya itu kemudian mendapatkan pekerjaan outsourcing dari Pemkab Pekalongan.

"Saya nggak tahu RNB ini masuk ke urusan proyek Pemda, saya nggak tahu. Setahu saya RNB cuma berjalan di luar urusan Pemda. Apalagi di RSUD, saya baru tahu sekarang ini," lanjutnya.  

Sementara, sang anak  Sabiq Ashraff mengakui pernah memerintah Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Pekalongan Siti Hanikatun untuk membuka jalan bagi PT RNB masuk ke dinas-dinas di kabupaten itu.

"Saya minta Hani untuk membukakan jalan ke dinas-dinas, karena dia yang paling mudah ditekan," katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Rightmen Situmorang itu.

Baca Juga: Terungkap, Ajudan kumpulkan setoran untuk Fadia Arafiq

Sabiq mengaku sudah mengenal Siti Hanikatun sejak menjadi ajudan Fadia Arafiq semasa menjabat sebagai wakil bupati.

"Saya punya pengaruh, bisa suruh apapun," tambah anggota DPRD Kabupaten Pekalongan itu.

M Sabiq Asraff, putra Fadia yang juga Direktur PT RNB soal pendirian perusahaan outsourcing itu ia tak pernah berkonsultasi dengan Ashraff maupun Fadia. Namun, ia sempat meminjam uang sang ayah untuk modal pendirian perusahaan.

"Saya cuma pinjam modal ke ayah saya Rp 2,5 miliar. Sebagai garansi, saya masukkan ke komisaris, tapi uangnya tetap saya pakai," jelasnya.

Ia menyebut, PT RNB mulai menyediakan jasa outsourcing sejak 2022. Mengenai keuangan  hingga jasa miliknya bisa masuk ke Pemkab Pekalongan semuanya diurus staffnya, Anggi.

"Anggi kasih tau ada pekerjaan ini, saya bilang silakan saja karena usaha saya sedang bangkrut semua. Untuk dapat kerjaan di Pemda Anggi semua yang ngurus, Anggi sudah dapat lelang dari LPSE baru kasih tau ke saya," jelasnya.

Selain Anggi, jalannya juga dimuluskan berkat bantuan Siti Hanikatun selaku Kabag Perekonomian Pemkab Pekalongan.

"Saya waktu itu bukan siapa-siapa. Mbak Hani kenal karena saya anak Pak Ashraff, jadi nggak masalah. Saya tidak menyuruh dia, cuma minta untuk membukakan jalan untuk Anggi," lanjutnya.

Pada akhirnya, perusahaannya PT RNB bisa lolos masuk ke jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan sejak 2024. Namun, Sabiq mengklaim Fadia tak mengetahui apapun soal usahanya itu. Sabiq mengaku dirinya tak pernah sama sekali bercerita kepada Fadia.

Meski ia mengakui seluruh orang di Pekalongan pasti tahu dirinya anak Fadia. Saat mengetahui Sabiq merupakan Direktur PT RNB, ia menyatakan Fadia membiarkan dan tidak memutus kontrak PT RNB.

"Saya nggak mau Bu Fadia ikut campur di usaha saya. Saya selalu diam-diam, jadi saya bergerak sendiri. Kalau sama Bu Fadia jujur saya nggak terlalu dekat, Bu Fadia tau saat saya mau bagi-bagi parsel, baru Bu Fadia ngomong ke saya," lanjutnya.  

Baca Juga: Kepala OPD Bersaksi, Fadia Kembali Bantah Pernah Perintahkan Pilih RNB hingga Minta Uang

Jaksa KPK Agus Subagya menanyakan, apakah Fadia ikut membantu dalam pencairan di PT RNB. Sabiq menjawab jika ibunya Fadia tak ikut campur dalam operasional PT RNB.

Jaksa kemudian memperlihatkan barang bukti berupa uang dari Fadia yang ditransfer ke rekening PT RNB. Sabiq menyebut, uang itu pinjaman dari Fadia saat stafnya, Anggi tak bisa menghubungi dirinya.

"Saya nggak pernah pinjam ke Bu Fadia, tapi Anggi yang inisiatif pinjam ke Bu Fadia karena katanya dia tahu Bu Fadia nggak tegaan ke orang. Selain itu nggak ada, karena saya pinjam selalu ke ayah saya. Semua modal dari ayah saya," ujarnya

Di akhir kesaksiannya, ia berharap sang ibu mendapati keadilan. Begitupun juga yang disampaikan Asraff.

Diberi kesempatan, Fadia tidak bertanya dan menanggapi kepada suami dan anaknya. Namun ia bertanya pada tujuh saksi lainnya.

Usai sidang, Asraff menghampiri sang istri dan sempat memeluk hingga mencium kening. Sang anak juga menyalami Fadia.

Ketika ditanya, Asraff enggan memberikan komentar. "Semoga selesai dengan baik. Kami menghormati proses hukum," harapnya.

Sedangkan, saat dimintai tanggapan Fadia seperti biasa tidak berkomentar apapun. (ifa)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
korupsi Fadia Arafiq Sidang Fadia Arafiq suami fadia arafiq sidang korupsi fadia arafiq Fadia Arafiq