Ashraff Sumai Bupati nonaktif Pekalongan, Fadia Arafiq Mengaku Tertekan Saat Sang Anak Menanyakan Ibunya

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Muktaruddin Ashraff Abu (baju putih), dan M Sabiq Asraff (batik biru) menjadi saksi Bupati nonaktif Pekalongan, Fadia Arafiq di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (28/8/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Muktaruddin Ashraff Abu (baju putih), menjadi saksi Bupati nonaktif Pekalongan, Fadia Arafiq di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (28/8/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

 

METROPEKALONGAN.COM, Semarang - Muktaruddin Ashraff Abu, suami Bupati nonaktif Pekalongan, Fadia Arafiq meluapkan curahan hati ke majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

Kesempatan itu dilakukan saat menjadi saksi dalam kasus gratifikasi dan proyek pengadaan outsourcing yang menjerat sang istri. Dimana dirinya, saat ditanya Kuasa Hukum Fadia, Fadli Nasution mengenai sumber penghasilan keluarga, Ashraff blak-blakan. Ia menyebut uang suami merupakan uang istri, sedangkan uang istri ya milik istri.

Ia merasa kekayaannya dan istri didapatkan dari pekerjaan halal di dunia musik karena mereka merupakan penyanyi. Pemilik Lagu Sarmila ini juga membeberkan penghasilannya selain dari gaji sang istri sebagai Bupati dan dirinya selaku anggota DPR RI.

Yakni dari usaha kelapa sawit dan restoran di Malaysia, pariwisata, toko pakaian, showroom mobil, hingga pabrik kopi yang di ekspor ke Dubai, Oman dan India.

Hal itu disampaikan karena semua hartanya turut menerima imbas adanya kasus ini padahal semua dilaporkan dalam LHKPN, tidak ada yang disembunyikan.

"Banyak harta-harta kami yang kami beli sebelum istri saya jadi bupati karena alhamdulillah dengan izin Allah kami punya penghasilan lumayan dari dulu-dulu, Pak. Dan itu dilaporkan dalam LHKPN, saya bayar semua pajaknya," jelas dia

Ia menuturkan, banyak harta yang dimilikinya bahkan sebelum Fadia menjabat Bupati namun turut disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Apapun yang saya beli semua atas nama istri saya. Dan dari tabungan kami berdua juga ya. Jadi kadang-kadang saya sedih juga Pak ya. Istri saya kena masalah di RNB yang cuma Rp50- Rp60 juta untung sebulan, rumah saya malah disita. Sedih juga saya itu pun dibeli sebelum istri saya jadi bupati," curhat Ashraff.

Ia mengungkap atas kasus ini karena rekeningnya di blokir ia pun tersendat untuk membayar utang yang ia pinjam ketika masa pemilihan legislatif puluhan miliar. Demi bisa melanjutkan hidup, ia pun menggadaikan mobilnya.

"Mobilnya sudah saya gadai, Pak karena keadaan keuangan agak tertekan. Saya terbuka saja karena sempat rekening saya diblokir, gaji saya saya enggak bisa ambil, tunjangan enggak bisa ambil. Sedangkan anak saya mau masuk kuliah, maaf ngomong saya harus bayar big boss saya ini pengacara," ucap dia.

Di sisi lain, diakuinya selama lima bulan istrinya tidak pulang ia mengaku tertekan. Terlebih anak-anaknya selalu menanyakan sang ibu. (ifa)

 

 

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sidang Fadia Arafiq sidang kasus korupsi fadia arafiq kasus korupsi fadia arafiq sidang korupsi fadia arafiq Fadia Arafiq